Bagaimana Wabah Hitam Mengubah Bahasa Inggris?
📅 Selasa, 21 Jan 2025, 06:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Wikimedia Commons
Setelah penaklukkan Norman, bahasa Prancis mendominasi kehidupan di Inggris terutama kelas menengah. Wabah Hitam (Black Death) yang menewaskan jutaan masyarakat bawah Inggris turut mengubah arah Bahasa Inggris.
Salah satu wabah mematikan yang pernah melanda Eropa adalah pes. Penyebarannya yang tercatat terjadi hampir meliputi seluruh Eropa, mulai dari Rusia, Ukraina, Italia, Prancis, Spanyol hingga Inggris.

Foto: Wikimedia Commons
Sebuah studi terperinci menyatakan bahwa berdasarkan data kematian oleh Black Death atau Wabah Hitam telah menewaskan sekitar 60 persen populasi di Eropa. Secara umum diasumsikan bahwa ukuran populasi Eropa pada saat itu adalah sekitar 80 juta, sehingga diperkirakan 50 juta orang tewas dalam pagebluk (wabah) black death terjadi pada abad ke-14.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jumlah korban Black Death dua kali lipat dari korban Perang Dunia II yang dibunuh oleh rezim Stalin di Uni Soviet. Itulah mengapa black death menjadi malapetaka yang tercatat dalam sejarah dengan jumlah korban belum tertandingi hingga saat ini.
Menyusul daratan Eropa, Wabah Hitam melanda London, Inggris pada tahun 1348 M. Yang unik wabah ini mulai memengaruhi Bahasa Inggris. Hal ini terjadi karena pengaruh terjadinya pertikaian kelas yang dipaksakan kepada Inggris oleh Penaklukan Norman pada tahun 1066 M.
Penaklukan Inggris oleh Norman adalah invasi dan pendudukan Inggris yang dilancarkan oleh pasukan Norman, Breton, dan Prancis yang dipimpin oleh Adipati Normandy William II. Ia kelak dijuluki sebagai William sang Penakluk.
Sebaiknya Anda baca juga:
Susunan bahasa negara yang dipaksakan tersebut pada awal abad ke-14 memicu ketegangan antara Inggris Anglo-Saxon dan Prancis Norman.Dibatasi secara politik oleh sistem feodal Norman, orang-orang Saxon dianggap remeh.
Namun selama jumlah korban tewas yang mengejutkan akibat Wabah Hitam, orang-orang Saxon menjadi lebih berharga karena tenaga kerja mereka menjadi lebih berharga. Dengan demikian, Bahasa Inggris juga mengalami pergeseran kekuasaan.
Dari sekitar tahun 410 hingga 1066 M, orang-orang Anglo-Saxon menguasai (atau memperebutkan) Inggris. Setelah mengusir orang-orang Romawi-Celt, orang-orang Anglo-Saxon mendominasi negara tersebut.

Foto: Wikimedia Commons
William I dari Normandia muncul dan memimpin Pertempuran Hastings pada tahun 1066. Setelah membantah klaim Raja Harold Godwinson atas takhta Inggris, William menyerbu Inggris. Dalam pertempuran berikutnya, Harold meninggal dan William menaklukkan bangsa Saxon, begitu pula bahasa Norman Prancis.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!