Rubio: Kim Jong-un Gunakan Nuklir sebagai Jaminan Kekuasaan
📅 Jumat, 17 Jan 2025, 02:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS
WASHINGTON DC - Calon Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) pilihan presiden terpilih Donald Trump yaitu Marco Rubio, pada Rabu (15/1) waktu setempat mengatakan bahwa pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, telah menggunakan senjata nuklir sebagai jaminan untuk mempertahankan kekuasaannya.
"Ia (Kim Jong-un) memandang senjata nuklir sebagai polis asuransinya untuk tetap berkuasa," kata Rubio.
Dalam sesi uji kelayakan dan kepatutan di Komite Diplomasi Senat AS, Senator Rubio pun mengungkapkan bahwa Kim Jong-un adalah diktator berusia 40-an tahun yang harus mencari cara untuk mempertahankan kekuasaan sepanjang hidupnya.
Rubio menambahkan bahwa senjata nuklir adalah hal yang sangat penting bagi Kim Jong-un sehingga tidak ada sanksi yang mampu menghentikan pengembangan kemampuan nuklirnya maupun upayanya untuk memperoleh sumber daya yang diperlukan dalam pengembangan tersebut.
Walau begitu, Rubio tetap mendukung pendekatan yang lebih luas untuk meredakan ketegangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam sesi di Komite Diplomasi Senat Senator Rubio juga menyayangkan Korut yang telah melibatkan diri dalam dalam konflik di luar Semenanjung Korea, termasuk mengirimkan pasukan dan senjata kepada Russia.
Mengenai pertemuan puncak antara AS dan Korut selama pemerintahan pertama Presiden Trump, Rubio mengatakan bahwa ia pribadi sangat skeptis saat itu. Trump pada masa jabatan terakhirnya mengambil langkah yang tidak biasa dengan bertemu dengan Kim Jong-un sebanyak tiga kali, namun pemimpin Korut itu sudah dua kali meninggalkan negosiasi dan gagal mencapai kesepakatan yang berkelanjutan.
Selanjutnya, meski tidak berhasil menghentikan program nuklir Korut, AS setidaknya dapat meredakan pengembangan program nuklir Pyongyang dengan melibatkan diri dalam masalah Korut.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya pikir harus ada keinginan untuk mencermati kebijakan Korut yang lebih luas secara serius," kata Rubio.
Senator Rubio pun menyerukan upaya untuk mencegah terjadinya perang antara Korut dengan sekutu AS, Korea Selatan (Korsel) dan Jepang, dan untuk melihat apa yang dapat kita lakukan untuk mencegah krisis tanpa mendorong negara-negara bangsa lain untuk mengejar program senjata nuklir mereka sendiri.
Cegah Invasi
Dalam sesi sidang konfirmasi Senat, Senator Rubio juga mengatakan bahwa Tiongkok yang berbahaya, telah menipu untuk mencapai status negara adidayanya, sementara ia berjanji untuk meningkatkan dukungan guna mencegah invasi ke Taiwan.
Rubio, yang diperkirakan akan memperoleh konfirmasi dengan mudah, menggambarkan Tiongkok sebagai musuh terdekat yang paling kuat dan berbahaya yang pernah dihadapi AS dan memperingatkan dampak drastis jika AS tidak bertindak.
"Jika kita tetap pada jalan yang kita tempuh saat ini, dalam waktu kurang dari 10 tahun, hampir semua hal yang penting bagi kita dalam hidup akan bergantung pada apakah Tiongkok mengizinkan kita memilikinya atau tidak, mulai dari obat tekanan darah yang kita konsumsi hingga film apa yang dapat kita tonton,” kata Rubio.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!