Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Asia Tenggara Hadapi Cuaca Lebih Panas Akibat El Nino

📅 Kamis, 06 Agu 2026, 03:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Asia Tenggara Hadapi Cuaca Lebih Panas Akibat El Nino Doc: ANTARA/Darryl Ramadhan
Ket. Petugas memantau perkembangan analisis anomali suhu muka laut melalui layar monitor di Kantor Pusat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Jakarta, Kamis (30/7).

Jakarta – Asia Tenggara diperkirakan akan menghadapi cuaca yang lebih panas dan kering dalam beberapa bulan ke depan seiring menguatnya fenomena El Nino. Kondisi tersebut diperkirakan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap lintas batas, sehingga pemerintah didorong memperkuat sistem mitigasi dan aksi dini agar tidak kembali menanggung kerugian besar seperti pada siklus El Nino sebelumnya.

Pusat Meteorologi Khusus Asean (Asean Specialized Meteorological Centre/ASMC) di Singapura, Selasa (4/8), menyatakan El Nino yang saat ini telah terbentuk diperkirakan terus menguat hingga beberapa bulan mendatang.

"Kondisi El Nino cenderung meningkatkan peluang curah hujan di bawah normal di sebagian besar wilayah selatan Asean selama Agustus hingga Oktober," demikian keterangan ASMC dalam prospek musim terbarunya.

Dikutip dari Antara, ASMC memperkirakan angin muson barat daya akan bertahan sepanjang Agustus hingga Oktober dengan arah dominan dari tenggara dan barat daya. Posisi sabuk hujan yang tetap berada di utara khatulistiwa menyebabkan wilayah selatan Asean, termasuk Indonesia, berpotensi mengalami kondisi lebih kering, sementara kawasan utara diperkirakan menerima curah hujan lebih tinggi.

Selain itu, suhu udara di sebagian besar wilayah Asean diproyeksikan berada di atas normal selama periode tersebut. Kombinasi suhu tinggi, minimnya curah hujan, dan angin kencang diperkirakan meningkatkan aktivitas titik panas serta risiko kabut asap lintas batas.

Aksi Dini

Menanggapi proyeksi tersebut, Guru Besar Bidang Perencanaan Lingkungan sekaligus Kepala Pusat Perubahan Iklim Institut Teknologi Bandung (ITB), Djoko Santoso Abi Suroso, menilai pemerintah harus memperkuat mekanisme aksi dini karena El Nino bukan lagi fenomena yang sulit diprediksi.

Dalam Dialog Nasional yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta, Djoko mengatakan dampak El Nino sebenarnya dapat diantisipasi karena memiliki pola yang berulang.

"Karena polanya berulang dan dapat diprediksi, kerugian besar pada tiap siklus menunjukkan persoalannya bukan pada ketiadaan informasi, tetapi ketiadaan mekanisme aksi dini," katanya.

Menurut Djoko, El Nino dapat memicu kekeringan, keterlambatan musim tanam, kebakaran hutan dan lahan, kabut asap, hingga lonjakan harga pangan. Karena itu, pemerintah dinilai perlu bergeser dari pendekatan yang bersifat reaktif menuju kebijakan yang lebih preventif.

Ia mengingatkan sejarah menunjukkan dampak El Nino terhadap Indonesia selalu menimbulkan kerugian besar. El Nino 1982/1983 memicu kekeringan dan kebakaran hutan besar di Kalimantan Timur. Sementara El Nino 1997/1998 yang dikenal sebagai El Nino of the Century menyebabkan kebakaran hutan dan lahan lebih dari 9,7 juta hektare dengan kerugian ekonomi diperkirakan melampaui 4,5 miliar dollar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Ekonomi
Harga Bahan Pokok Naik, Nil...
Olahraga
Zverev Lolos Susah Payah, H...
Olahraga
Medi Yoku Pimpin Voli ke As...
Ekonomi
Harga Bahan Pokok Melonjak,...
Advertisement
Bye-Bye Calo! Kemen ATR/BPN Pangkas Urus Peralihan Hak Tanah Cuma 10 Hari!

Bye-Bye Calo! Kemen ATR/BPN Pangkas Urus Peralihan Hak Tanah Cuma 10 Hari!

03 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.