Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perang Tarif Sepertinya Tidak Bisa Dicegah, Beijing Kecam AS yang Batasi Perangkat Keras dan Lunak Tiongkok

📅 Jumat, 17 Jan 2025, 01:10 WIB | Oleh:
Perang Tarif Sepertinya Tidak Bisa Dicegah, Beijing Kecam AS yang Batasi Perangkat Keras dan Lunak Tiongkok Doc: ANTARA/Desca Lidya Natalia
Ket. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun.

BEIJING - Pemerintah Tiongkok mengecam keputusan Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) yang melarang penggunaan perangkat keras maupun perangkat lunak yang terkait maupun berasal dari Tiongkok untuk kendaraan di AS.

"AS dengan dalih apa yang disebut keamanan nasional membuat keputusan tanpa dasar fakta apa pun untuk melarang perangkat keras dan sistem perangkat lunak kendaraan yang terhubung dengan Tiongkok maupun kendaraan yang sudah dirakit secara utuh tapi menggunakan perangkat dari Tiongkok untuk digunakan di AS," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing pada Rabu (15/1).

Seperti dikutip dari Antara, Departemen Perdagangan AS pada Selasa (14/1) mengumumkan aturan pelarangan transaksi tertentu yang melibatkan penjualan atau impor kendaraan dengan perangkat keras dan perangkat lunak tertentu atau komponen yang dijual terpisah yang terkait dengan Tiongkok dan Russia.

Kantor Teknologi Informasi dan Komunikasi serta Layanan Departemen Perdagangan AS menyebut telah menemukan adanya teknologi tertentu dari Tiongkok atau Russia yang menghadirkan risiko tak semestinya dan tidak dapat diterima bagi keamanan nasional AS.

"Praktik semacam itu mengganggu kerja sama ekonomi dan komersial antara perusahaan, melanggar prinsip ekonomi pasar dan persaingan yang adil, dan merupakan bentuk proteksionisme dan pemaksaan ekonomi yang jelas terlihat," tambah Guo Jiakun.

Hentikan Kesalahan

Tiongkok, ungkap Guo Jiakun, dengan tegas menentang hal tersebut dan mendesak AS untuk menghentikan kesalahannya dengan melebih-lebihkan konsep keamanan nasional, dan berhenti mengejar perusahaan Tiongkok.

"Tiongkok akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk dengan tegas membela hak dan kepentingannya yang sah," ungkap Guo Jiakun.

Menteri Perdagangan AS, Gina Raimondo menyebut mobil saat ini bukanlah semata kendaraan dari baja dan roda saja, melainkan komputer karena memiliki kamera, mikrofon, GPS dan teknologi lain yang terhubung ke internet.

Pemerintah AS pun mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan nasional AS dan melindungi privasi warga negaranya dengan mencegah musuh asing memanipulasi teknologi untuk mengakses informasi sensitif atau pribadi.

Washington menilai perangkat keras dan perangkat lunak yang terintegrasi ke dalam sistem konektivitas kendaraan dan perangkat lunak yang terintegrasi ke dalam sistem mengemudi otomatis, sistem dalam kendaraan yang memungkinkan konektivitas eksternal dan kemampuan mengemudi otomatis, bisa memberikan risiko yang tidak semestinya.

Hal itu juga tidak dapat diterima bagi keamanan nasional ketika dirancang, dikembangkan, diproduksi, atau dipasok oleh orang-orang yang memiliki hubungan yang cukup dengan Tiongkok atau Russia meski kendaraan tersebut dibuat di AS.

Sistem konektivitas kendaraan adalah sistem yang memungkinkan kendaraan berkomunikasi secara eksternal, termasuk unit kontrol telematika, bluetooth, seluler, satelit dan Wi-Fi. Sementara sistem mengemudi otomatis mencakup komponen yang secara kolektif memungkinkan kendaraan beroperasi tanpa pengemudi (otonom).

Akses ke rantai pasok penting tersebut, menurut AS, dapat memungkinkan musuh asing untuk mengambil data sensitif, termasuk informasi pribadi tentang pengemudi atau pemilik kendaraan dan memanipulasi kendaraan dari jarak jauh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Proses Evakuasi Korban Ledakan Rumah di Medan

25 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Proses Evakuasi Korban Leda...
Nasional
DPR Tetapkan Hasil Seleksi ...
Luar Negeri
Persaingan di LTS Bayangi P...
Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

21 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.