Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Begini Cara Membedakan Gangguan Perut Karena Keracunan atau Virus

📅 Senin, 13 Jan 2025, 17:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Begini Cara Membedakan Gangguan Perut Karena Keracunan atau Virus Doc: Shutterstock

JAKARTA - Gangguan pada perut bisa saja terjadi karena kesalahan pengolahan makanan yang menyebabkan keracunan atau ada virus yang menyebar dari orang ke makanan yang dikonsumsi orang lain.

Ditulis laman Well and Good, Jumat (10/1), ada lebih dari 250 jenis keracunan makanan, namun Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS menjelaskan bahwa penyebab bakteri yang paling umum mungkin meliputi Salmonella, bakteri E.coli, Listeria, Stafilokokus, bakteri Kampilobakteri dan penyakit Shigella.

Sementara gangguan pada perut juga bisa disebabkan karena infeksi virus di perut oleh norovirus. Norovirus hidup dalam tinja dan muntahan orang yang terinfeksi dan dapat menempel di tangan atau permukaan, berpindah ke makanan, air, atau apapun yang disentuh.

Gejala yang paling umum dari keduanya adalah diare, mual dan muntah, sakit perut dan kram dan dalam beberapa kasus terjadi demam.

Ahli gastroenterologi Elena Ivanina DO, MPH mengatakan secara umum perbedaan gangguan perut akibat keracunan atau virus adalah pada keracunan makanan terjadi dengan cepat, biasanya beberapa jam setelah mengonsumsi makanan yang tidak sehat.

Di sisi lain, penyakit perut biasanya memiliki masa inkubasi yang lebih lama, biasanya antara 24 hingga 48 jam sebelum gejala muncul, imbuhnya.

"Keracunan makanan biasanya berlangsung sekitar 24 jam," kata Dr Ivanina.

Namun, kondisinya bisa berbeda-beda, terutama jika penyakit disebabkan oleh parasit yang membandel atau jika memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Ia mengatakan penyakit perut seperti norovirus sangat menular. Untuk menghindari penyebarannya, batasi kontak dengan orang lain, cuci tangan sesering mungkin, disinfeksi permukaan yang digunakan bersama (terutama di kamar mandi), dan jangan menyiapkan makanan untuk orang lain hingga Anda terbebas dari gejala selama 48 hari.

Dalam kebanyakan kasus, keracunan makanan dan sakit perut akan sembuh dalam beberapa hari tanpa pengobatan. Beberapa pilihan pengobatan di rumah dapat dicoba untuk membantu tubuh cepat pulih, yaitu istirahat, minum cairan elektrolit, air atau sup kaldu, makan makanan mengandung sedikit serat seperti nasi putih, oatmeal, pisang dan ayam.

Hindari makanan yang mengandung banyak gula, lemak, susu dan gluten yang dapat memperburuk gejala.

Dr Ivanina memberikan kiat agar terhindar dari keracunan atau penyakit perut dengan selalu mencuci tangan dari toilet sebelum menyiapkan makanan, tetap di rumah saat sakit, tidak minum susu mentah dan cuci buah dan sayur sebelum dikonsumsi, jaga suhu lemari pendingin, masak daging hingga matang dan cuci pisau setelah menyentuh makanan mentah. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Pengesahan UU Pengembangan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.