Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BKSDA Bali Menginginkan Tutupan Hutan Terjaga Sebelum Melepas Satwa

📅 Jumat, 26 Sep 2025, 17:05 WIB | Oleh:
BKSDA Bali Menginginkan Tutupan Hutan Terjaga Sebelum Melepas Satwa Doc: Antara

Gianyar - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali menginginkan tutupan lahan hutan di daerah dengan sebutan "Pulau Dewata" itu harus terjaga sebelum melepas satwa terancam punah di habitat alami.

“Kami harus pastikan tutupan lahannya bagus,” kata Kepala BKSDA Bali Ratna Hendratmoko di Gianyar, Jumat.

Pihaknya akan melakukan survei ke sejumlah titik lokasi pelepasan satwa di Bali agar habitat mereka terjaga.

“Kami akan survei, pasti kami menindaklanjuti,” ucapnya.

Lokasi pelepasliaran satwa terancam punah atau dilindungi biasanya di kawasan hutan, termasuk pada ketinggian hingga lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut.

Salah satu satwa yang hidup di kawasan hutan, yakni burung dilindungi perkici dada merah (Trichoglossus forsteni mitchellii) yang saat ini sedang tahap konservasi mencermati populasinya yang terancam punah.

Saat ini, BKSDA Bali juga sedang mengupayakan konservasi satwa dilindungi, yakni kakatua kecil jambul kuning (Cacatua sulphurea parvula).

Ia menjelaskan saat ini satwa endemik Pulau Nusa Penida, Kabupaten Klungkung itu diperkirakan hanya dua ekor.

Seperti satwa lainnya, katanya, burung cantik dan mungil itu terancam punah selain karena perburuan, juga habitat alami mereka berkurang.

"Kami tekankan kepada masyarakat sekitar kawasan dan kesadaran Bali itu luar biasa. Kami pantau peredarannya di akses keluar masuk Bali,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengidentifikasi tutupan hutan di daerah aliran sungai (DAS) hulu di Bali tergolong minim.

Ia menjelaskan DAS hulu Bali hingga kawasan Gunung Batur dengan tutupan hutan atau vegetasi hijau kecil, yakni kurang dari empat persen.

Ia merinci dari sekitar 49 ribu hektare DAS, tutupan hutan mencapai kurang dari 1.200 hektare.

Selain mengancam satwa, tutupan lahan yang menipis juga diperkirakan memicu terjadinya banjir besar di sejumlah kabupaten/kota di Bali pada 10 September 2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.