Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dukung Swasembada, Kementerian PU: Pembanguanan Bendungan Terus Dilanjutkan

📅 Kamis, 09 Jan 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Dukung Swasembada, Kementerian PU: Pembanguanan Bendungan Terus Dilanjutkan Doc: antara
Ket. Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo mengatakan bendungan sebagai salah satu infrastruktur sumber daya air berperan penting mewujudkan swasembada pangan

JAKARTA – Pemerintah segera meresmikan enam bendungan di lima provinsi pada awal tahun ini. Peresmian fasilitas tersebut sebagai salah satu upaya mewujudkan swasembada pangan dan swasembada air.

Keenam bendungan tersebut meliputi Bendungan Rukoh dan Keureuto di Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, Bendungan Sidan di Bali, Bendungan Marangkayu di Kalimantan Timur dan Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat.

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo mengatakan bendungan sebagai salah satu infrastruktur sumber daya air berperan penting mewujudkan swasembada pangan. “Infrastruktur sumber daya air sangat penting untuk mendukung sasaran swasembada pangan. Oleh karena itu, (pembangunannya) terus kita lanjutkan. Kita bisa melihat misalkan dari bendungan, bendung, lalu masuk ke irigasi primer, sekunder, dan tersier hingga langsung ke sawah-sawah," kata Dody di Jakarta, Jumat (8/1).

Bendungan Rukoh terletak di Kabupaten Pidie ini memiliki kapasitas tampung 128 juta m³ dibangun pada 2018-2024 dengan biaya APBN 1,7 triliun rupiah untuk mengairi area irigasi seluas 11.950 hektar (ha). Selain itu, bendungan ini menyediakan air baku sebesar 0,90 meter kubik per detik.

Selanjutnya, Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara memiliki kapasitas tampung 216 juta m³ untuk mengairi 9.455 ha lahan irigasi, menyuplai air baku 0,5 meter kubik per detik untuk 5 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara, dan menghasilkan listrik 6,34 megawatt (MW). Pembangunan dilaksanakan dalam kurun waktu 2016-2024 dengan biaya APBN 2,73 triliun rupiah.

Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar memiliki kapasitas tampung 10,97 juta meter kubik untuk untuk irigasi seluas 1.494 ha. Pembangunan bendungan ini dilaksanakan pada 2019-2024 dengan anggaran 1,02 triliun rupiah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Ekonomi
Tekan Kenaikan Harga, Pemka...
Daerah
ASN di Kepulauan Riau Bisa ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.