Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Balai TNGC deteksi tiga individu macan tutul asli di Gunung Ciremai

📅 Rabu, 01 Jan 2025, 16:00 WIB | Oleh:
Balai TNGC deteksi tiga individu macan tutul asli di Gunung Ciremai Doc: ANTARA/HO-Balai TNGC
Ket. Individu macan tutul yang berhasil terekam oleh fasilitas kamera jebak milik Balai TNGC di Gunung Ciremai, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Kuningan -- Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Jawa Barat, berhasil mendeteksi keberadaan tiga individu macan tutul sebagai satwa asli (native) di kawasan konservasi tersebut berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan sepanjang 2024.

“Kami berhasil mendeteksi tiga individu macan tutul (Panthera pardus) sebagai satwa asli kawasan Gunung Ciremai, serta satu satwa hasil introduksi,” kata Kepala Balai TNGC Toni Anwar saat dikonfirmasi di Kuningan, Jabar, Senin.

Dia menjelaskan, tiga individu itu terpantau melalui kamera jebak yang dipasang pada sejumlah titik di Gunung Ciremai. Hasilnya didapat satwa tersebut berjenis kelamin jantan, dengan dua individu bercorak kumbang (hitam) dan satu bercorak tutul terang.

Toni mengatakan, untuk satu satwa hasil introduksi merupakan macan tutul bernama Rasi yang berjenis kelamin betina, serta terakhir terdeteksi pada Juli 2024.

“Rasi adalah hasil pelepasliaran pada 2022, yang memiliki corak tutul terang. Namun, individu introduksi lainnya, yakni Slamet Ramadhan, belum terdeteksi sejak April 2023,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari peningkatan metode pemantauan oleh Tim Monitoring Balai TNGC yang bekerja sama dengan masyarakat setempat dan Yayasan SINTAS Indonesia.

Selain itu, Toni menyampaikan Balai TNGC juga tengah mendukung program Javan Wild Leopard Survey (JWLS) untuk mendalami struktur populasi macan tutul di Pulau Jawa.

“Keberadaan macan tutul Jawa sebagai spesies kunci sangat penting, dalam menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan Gunung Ciremai, menjadikannya fokus utama upaya konservasi oleh berbagai pihak,” ujarnya.

Ia menuturkan macan tutul merupakan salah satu satwa endemik Pulau Jawa yang keberadaannya terancam punah akibat perburuan liar, hilangnya habitat, dan alih fungsi hutan.

Dia menegaskan bahwa satwa ini dilindungi secara hukum di Indonesia, serta terdaftar dalam CITES Appendix I.

Toni mengimbau para pendaki untuk tetap waspada dengan mematuhi aturan pendakian, seperti mengikuti jalur resmi dan melaporkan jika menemukan tanda-tanda keberadaan satwa tersebut.

Meski secara alami, tambah dia, satwa liar seperti macan tutul cenderung menghindari manusia.

“Kami berharap hasil survei JWLS yang direncanakan selesai pada 2025 dapat memberikan gambaran lebih lengkap mengenai populasi macan tutul Jawa, khususnya di TNGC,” ucap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Pemkab Simeulue Memiliki 1....
Megapolitan
200 Becak Listrik Bantuan P...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.