Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Semoga Lonjakan Kasus Ini Tidak Menular ke Indonesia, WHO Laporkan 14 Ribu Kasus Mpox di Afrika

📅 Senin, 30 Des 2024, 00:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Semoga Lonjakan Kasus Ini Tidak Menular ke Indonesia, WHO Laporkan 14 Ribu Kasus Mpox di Afrika Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. WHO mengungkapkan Afrika mencatat hampir 14.000 kasus mpox, termasuk 60 kematian di 20 negara.

LUSAKA- Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mengungkapkan Afrika mencatat hampir 14.000 kasus mpox, termasuk 60 kematian di 20 negara. Sementara itu, Zambia pada Jumat (27/12) mengonfirmasi kasus kedua mpox, hampir tiga bulan setelah melaporkan kasus pertama.

Douglas Syakalima, penjabat Menteri Kesehatan Zambia mengatakan kasus terbaru melibatkan seorang wanita berusia 34 tahun dari Kitwe, Provinsi Copperbelt. Suaminya, yang bekerja di negara tetangga dengan kasus mpox yang telah dikonfirmasi, mengalami gejala serupa awal bulan ini.

"Keduanya sekarang stabil dan dalam pengawasan ketat. Tim tanggap cepat telah dikerahkan untuk melacak kontak dan mencegah penyebaran lebih lanjut," kata Syakalima.

Seperti dikutip dari Antara, Syakalima menambahkan delapan kontak dekat sedang dipantau, dan upaya pengawasan diperketat secara nasional.

Dengan mpox yang terus menjadi ancaman lintas batas, Syakalima mengimbau warga untuk menghindari kontak dekat, menjaga kebersihan dengan baik, menggunakan alat pelindung diri, menangani barang yang terkontaminasi dengan hati-hati, dan segera melaporkan gejala untuk mencegah penyebaran.

Menurut laporan situasi eksternal multi-negara di akhir tahun 2024 WHO, yang diterbitkan pada 23 Desember, Afrika melaporkan 13.769 kasus terkonfirmasi dengan 60 kematian hingga 15 Desember.

"Republik Demokratik Kongo tetap menjadi negara paling terdampak, dengan 9.513 kasus terkonfirmasi dan 43 kematian, diikuti Burundi dengan 2.650 kasus dan satu kematian, serta Uganda dengan 1.027 kasus dan enam kematian," tulis laporan tersebut.

WHO juga mencatat bahwa 14 negara melaporkan kasus baru dalam enam minggu menjelang 15 Desember, menunjukkan adanya wabah yang masih berlangsung, sementara enam negara menunjukkan tanda-tanda beralih ke fase pengendalian.

Untuk meningkatkan kesiapan, WHO mengumumkan ketersediaan 4,7 juta dosis vaksin yang akan dialokasikan ke negara-negara terdampak mpox di seluruh dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

58 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

58 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

58 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.