Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menantang Bahaya, Wahana Ruang Angkasa NASA akan Melintasi Atmosfer Matahari

📅 Rabu, 25 Des 2024, 07:55 WIB | Oleh:

Jawabannya dapat membantu para ahli memperkirakan gangguan yang memengaruhi satelit dan keselamatan astronot. Lonjakan partikel bermuatan ini dapat melumpuhkan sistem komunikasi atau bahkan mengganggu jaringan listrik di Bumi.

Bagi para peneliti, masih ada pertanyaan besar. Bagaimana angin matahari dapat bergerak sangat cepat? Apakah ada wilayah tertentu di korona yang memicu ledakan partikel yang bergerak cepat?

Pengukuran Parker membawa kita lebih dekat untuk mengungkap misteri ini. Para pejabat di NASA mengatakan bahwa pada pendekatan besok, lapisan data baru akan membantu mereka melihat pola yang tidak mungkin dideteksi dari jarak yang lebih jauh.

Wahana surya dan siklus aktif Matahari

Matahari bergerak melalui siklus aktivitas 11 tahun. Saat ini, matahari berada dalam fase aktif, yang berarti peningkatan bintik matahari, semburan matahari , dan lontaran massa koronal .

Para peneliti tidak hanya melacak perjalanan Parker tetapi juga pola perubahan Matahari. Terkadang, letusan ini berinteraksi dengan magnetosfer Bumi dan memicu aurora berwarna-warni, bahkan di tempat-tempat yang tidak terbiasa dengan pertunjukan seperti itu.

Dan meskipun sebagian besar peristiwa cuaca matahari tidak berbahaya bagi kehidupan di Bumi, badai yang hebat dapat mengganggu sistem GPS atau satelit.

Inilah sebabnya temuan Parker sangat relevan. Memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana peristiwa matahari yang energik dimulai dapat menghasilkan peringatan yang lebih tepat waktu, sehingga operator di Bumi dapat segera mematikan instrumen yang sensitif atau menyesuaikan orbit satelit.

Memberikan penghormatan kepada Eugene Parker

Pada tahun 2017, NASA mengganti nama wahana itu dengan nama Dr. Eugene N. Parker , orang pertama yang memprediksi angin matahari pada tahun 1950-an. Ia memperkenalkan ide-ide penting tentang bagaimana bintang berinteraksi dengan lingkungannya.

Nama misi itu diambil dari karyanya yang berpengaruh. Parker meninggal pada tahun 2022, tetapi warisannya terus berlanjut.

Data yang dikirim pesawat ruang angkasa ini tidak hanya memperluas pengetahuan fisika matahari tetapi juga menunjukkan seberapa benar teori awal Parker.

Terbang lintas dengan wahana antariksa surya pemecah rekor

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

55 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.