Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinkes Kaltim Perkuat Layanan Primer di Sektor Kesehatan

📅 Kamis, 19 Des 2024, 03:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dinkes Kaltim Perkuat Layanan Primer di Sektor  Kesehatan Doc: Antara

SAMARINDA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim) memperkuat layanan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dalam implementasi transformasi kesehatan yang lebih maju di daerah tersebut. Upaya tersebut dimaksudkan untuk menopang keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN).

1734536087_dfd56a9343b5e5d055a8.jpg

“Untuk menggodok calon tenaga kesehatan, kami memperkenalkan Program Integrasi Layanan Primer (ILP) yang dilaksanakan di tingkat desa dan puskesmas,” ujar Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin saat memberikan kuliah tamu pada Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Mulawarman (Unmul) di Samarinda, kemarin.

Jaya menjelaskan Program ILP menekankan pentingnya peran berbagai tingkatan pemerintahan, mulai dari pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota dan desa, dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan primer.

Ia mengatakan puskesmas digenjot untuk aktif menggerakkan masyarakat dan berkolaborasi dengan pemerintah desa dalam menjalankan program ini. “FKTP, pemerintah desa melalui puskesmas pembantu, semua harus terintegrasi dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan dan transformasi di bidang kesehatan,” ucapnya.

Lebih lanjut Jaya menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari 36 indikator kesehatan yang tertuang dalam Rencana Induk Bidang Kesehatan (RIBK).

RIBKsendiri telah terintegrasi dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), menggantikan kewajiban anggaran kesehatan minimum (mandatory spending) yang sebelumnya diatur dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009.

“Dengan dihapusnya mandatory spending, kini program kesehatan mengikuti pendanaan yang tersedia,” jelas Jaya.

Melalui RIBK, lanjutnya, semua kegiatan kesehatan harus disertai dengan pendanaan yang memadai. Hal ini memungkinkan anggaran kesehatan di daerah bisa lebih dari 10 persen dari APBD, karena disesuaikan dengan program prioritas pemerintah daerah masing-masing.

Jaya juga berpesan kepada para mahasiswa kesehatan masyarakat agar mempelajari indikator-indikator kesehatan di tingkat primer secara mendalam. “Lakukan pendalaman di lapangan, sehingga ini menjadi bahan pembelajaran yang baik. Nantinya ilmu ini dapat diaplikasikan ketika kembali ke masyarakat dan menjadi pegangan dalam merencanakan pembangunan kesehatan,” ucap Jaya Mualimin.

Untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis, Dinkes Provinsi Kaltim tengah fokus menakar kecukupan gizi untuk program yang segera direalisasikan pemerintah provinsi pada 2025 tersebut. “Kami telah menghitung nilai kecukupan gizi untuk setiap jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA, termasuk SLB dan santri,” kata Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin di Samarinda, beberapa hari lalu.

Ia menjelaskan, standar kecukupan gizi yang digunakan mengacu pada arahan Badan Gizi Nasional, yaitu sebesar 20-25 persen dari kebutuhan gizi harian.  Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.