Menlu Wang Yi: Tiongkok dan AS Dapat Mencapai 'Hal-hal Besar'
📅 Selasa, 17 Des 2024, 18:25 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SHubungan Tiongkok-AS mungkin akan memburuk lebih lanjut setelah Trump dilantik pada tanggal 20 Januari, di mana Presiden terpilih tersebut berjanji akan mengenakan tarif lebih tinggi untuk menghukum apa yang disebutnya praktik perdagangan tidak adil oleh Tiongkok, sesuatu yang dibantah tegas oleh Beijing.
Wang mengatakan, Beijing berharap pemerintahan Trump akan “membuat pilihan yang tepat, bekerja sama dengan Tiongkok dalam arah yang sama, menghilangkan gangguan, mengatasi hambatan, dan berupaya mewujudkan pembangunan hubungan bilateral yang stabil, sehat, dan berkelanjutan”.
Namun, Wang juga menggunakan pidatonya untuk melukiskan gambaran yang lebih gelap tentang dunia yang semakin dilanda konflik.
“Pemandangan global ditandai oleh turbulensi dan perubahan yang saling terkait, dengan konflik geopolitik yang berlarut-larut dan meningkat, serta pemutusan hubungan dan gangguan rantai pasokan yang semakin parah,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Dalam menghadapi gejolak dan konflik global, Tiongkok akan tetap menjadi kekuatan perdamaian,” imbuhnya.
Wang menyoroti upaya diplomatik Beijing selama setahun terakhir, dengan mencatat mediasi yang dilakukannya pada bulan Juli atas kesepakatan “persatuan nasional” antara faksi-faksi Palestina termasuk Hamas dan Fatah untuk memerintah Gaza bersama-sama setelah perang di sana berakhir.
Terkait Suriah, di mana pemberontak yang dipimpin oleh kelompok Islamis Hayat Tahrir al-Sham menggulingkan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad yang telah berlangsung lama pada bulan Desember, Wang mengatakan Tiongkok akan “terus mendukung rakyat Suriah (dan) menjunjung tinggi prinsip-prinsip kepemimpinan dan kepemilikan Suriah”.
Sebaiknya Anda baca juga:
“(Kami) menentang kekuatan teroris yang memanfaatkan situasi untuk menciptakan kekacauan, dan mendukung Suriah dalam menjaga kedaulatannya dan memulihkan stabilitas,” tambahnya.
Wang mengatakan Tiongkok akan mempertahankan “tingkat kepercayaan strategis yang tinggi” dengan Russia, meskipun ada kritik luas dari negara-negara Barat bahwa Beijing telah memberikan perlindungan diplomatik dan ekonomi bagi Moskow untuk melancarkan perang agresi di Ukraina.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!