Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Genjot Pertumbuhan, Menaker Usul Materi Produktivitas Masuk Kurikulum Perguruan Tinggi

6 Minggu, 15 Des 2024, 02:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Genjot Pertumbuhan, Menaker Usul Materi Produktivitas Masuk Kurikulum Perguruan Tinggi Genjot Pertumbuhan, Menaker Usul Materi Produktivitas Masuk Kurikulum Perguruan Tinggi Doc: ANTARA/Luqman Hakim
Ket. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli saat berbicara dalam Seminar Nasional dan Rapat Koordinasi Nasional ASASI 2024 di Yogyakarta, Sabtu (14/12/2024).

Yogyakarta - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengusulkan materi terkait produktivitas masuk dalam kurikulum perguruan tinggi guna menggenjot pertumbuhan produktivitas tenaga kerja di Indonesia.

"Perlu konten terkait dengan produktivitas di kurikulum perguruan tinggi. Mungkin kita akan mulai secara bertahap dulu," ujar Yassierli dalam Seminar Nasional dan Rapat Koordinasi Nasional ASASI 2024 di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut Yassierli, usulan tersebut telah disampaikan dan diskusikan bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro.

"Saya usulkan itu mungkin mulai dari 'engineering' (teknik) dulu. Jadi, semua program studi, jurusan, fakultas terkait dengan teknik harus ada konten itu," ucap dia.

Dengan diakomodasi melalui kurikulum pendidikan tinggi, Yassierli meyakini produktivitas tenaga kerja di Indonesia yang saat ini masih rendah di angka 2,6 persen bisa segera merangkak naik.

Menurut dia, di level Asia, tingkat produktivitas tenaga kerja Indonesia masih tertinggal jauh dari Vietnam yang mampu mencapai 6,8 persen sehingga perlu banyak belajar dari negara itu.

"Di Vietnam contohnya semua kampus sudah bicara produktivitas. Di Indonesia mungkin sudah ada mata kuliah soal 'sustainability', nah itu nanti tinggal diperkaya saja," ujar dia.

Saat ini, kata dia, materi atau konten terkait produktivitas kerja untuk kalangan mahasiswa sedang dirumuskan di internal Kemenaker dan selanjutnya akan dikoordinasikan dengan Kemendiktisaintek.

"Jadi, nanti ada mata kuliah yang memang membahas tentang apa itu produktivitas, bagaimana mengukur dan bagaimana meningkatkan produktivitas," kata dia.

Dengan diajarkan secara khusus di kampus baik negeri maupun swasta, Yassierli berharap ada ukuran yang jelas antara kemampuan tenaga kerja dengan produktivitas yang dihasilkan di industri.

Kendati selain tenaga kerja, dia mengakui produktivitas juga dipengaruhi kontribusi modal, teknologi, maupun banyak faktor lainnya.

"Jadi, tidak ada lagi kemudian orang yang mengaku sudah melakukan sesuatu pada industri, tapi itu tidak terukur dan tidak meningkatkan produktivitas," kata dia.

Ketua Umum Perkumpulan Akademisi dan Saintis Indonesia (ASASI) Prof. Elfahmi menyatakan siap mendukung gagasan itu.

Pihaknya bersama perguruan tinggi negeri/swasta di seluruh Indonesia siap berkontribusi meningkatkan keterampilan lulusan perguruan tinggi sehingga mudah terserap dunia kerja.

"Termasuk soal kurikulum tadi yang nantinya lulusan perguruan tinggi bisa terserap di dunia kerja baik di dalam maupun luar negeri," ujar Elfahmi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Mark Lee Rilis Single Terbaru “Happiest”

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Mark Lee Rilis Single Terba...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.