Regrouping Lima SD Negeri Akibat Kekurangan Murid
📅 Senin, 13 Jul 2026, 22:47 WIB | Oleh: Tim PenulisYogyakarta) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul melalui Dinas Pendidikan (Disdik) melakukan penggabungan (regrouping) terhadap lima sekolah dasar (SD) negeri pada tahun ajaran 2026/2027 akibat terus menurunnya jumlah peserta didik di sekolah-sekolah tersebut.
Kepala Disdik Gunungkidul Nunuk Setyowati, di Gunungkidul, Senin, mengatakan lima SD negeri yang diregrouping yakni SD Negeri Sambeng II yang digabung dengan SD Negeri Sambeng I, SD Negeri Widoro Semin dengan SD Negeri Sumberejo Semin, SD Negeri Kemiri I Tanjungsari dengan SD Negeri Kemiri II Tanjungsari, SD Negeri Jaten Tanjungsari dengan SD Negeri Gatak Tanjungsari.
"Terakhir SD Negeri Gelaran III Karangmojo digabung dengan SD Negeri Banyubening I Karangmojo," katanya.
Menurut Nunuk penggabungan tersebut dilakukan karena selama beberapa tahun terakhir lima sekolah tersebut terus mengalami kekurangan peserta didik.
"Siswanya semakin habis. Rata-rata satu sekolah hanya memiliki sekitar 20 siswa," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menjelaskan proses penggabungan lebih difokuskan pada penggabungan aset sekolah dan para siswa diberikan keleluasaan untuk memilih sekolah tujuan sesuai dengan lokasi yang paling mudah dijangkau.
"Kalau lokasi sekolah hasil regrouping dirasa lebih jauh, siswa boleh memilih SD lain yang lebih dekat. Tidak harus bersekolah di sekolah hasil penggabungan tersebut," katanya.
Nunuk mengatakan hingga awal tahun ajaran baru, Disdik Gunungkidul masih melakukan pendataan jumlah peserta didik SD, baik yang mendaftar melalui jalur luring maupun daring.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jadi terkait jumlahnya memang belum pasti karena masih menunggu proses pendataan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang SD Disdik Gunungkidul Asbani mengatakan kebijakan penggabungan dilakukan melalui proses yang panjang, mulai dari kajian, sosialisasi kepada masyarakat, hingga penghentian penerimaan peserta didik baru di sekolah-sekolah tersebut selama beberapa tahun terakhir.
"Kekurangan murid, sehingga terpaksa dilakukan penggabungan sekolah," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!