Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cegah Kemacetan dan Pastikan Kenyamanan Pemudik Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, Kemenhub Lakukan Sejumlah Langkah Strategis

📅 Sabtu, 14 Des 2024, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Mulai kapan berlakunya?

Pemberlakuan penyesuaian tarif sendiri akan berlaku selama 16 hari pada masa periode Nataru 2024/2025, tanggal 19 Desember 2024 hingga 3 Januari 2025 untuk tiket yang belum terjual. Bagi penumpang yang sudah membeli tiket untuk penerbangan pada periode tersebut, dapat diberikan insentif sesuai kebijakan masing-masing maskapai jika masih memungkinkan.

Semoga penurunan harga tiket pesawat ini menjadi kabar gembira bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan pada masa Nataru 2024/2025. Kami terus berupaya mempersiapkan dengan sebaik-baiknya agar masyarakat Indonesia bisa merayakan Nataru 2024/2025 dengan selamat, aman, dan nyaman.

Terkait layanan kereta api, belum lama ini Kemenhub meluncurkan layanan baru, mungkin bisa dijelaskan?

Berbagai upaya terus dilakukan untuk menjaga kenyamanan, efisiensi, serta konektivitas angkutan Natal 2024 dan tahun baru 2025. Salah satunya melalui inovasi kereta tanpa transit atau direct train yang menghubungkan Stasiun Gambir Jakarta, dengan Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng.

Kami ingin memberikan kesempatan kepada para pengguna kereta untuk merasakan bahwa layanan kereta api bisa nyaman dengan langsung (tanpa transit), dan para pengguna kereta api bisa mengejar kereta malam, kemudian sampai tujuan pagi hari. Jadi, bisa beristirahat di kereta tanpa terputus waktu istirahatnya.

Layanan direct train mulai kapan?

Saat ini, layanan direct train baru tersedia secara eksklusif dan berupa uji coba pada 9 dan 10 Desember 2024. Pemilihan rute Jakarta–Semarang dan sebaliknya menyesuaikan regulasi pembatasan jam kerja masinis. Ke depan, evaluasi pada pelaksanaan layanan dan animo masyarakat akan terus dilakukan. Kami harap ini akan menjadi final uji coba, dan pada saat pos Nataru dimulai sekitar 18 Desember 2024, PT. KAI akan mengoperasikan direct train ini selama kegiatan Nataru.

Lalu terkait cuaca ekstrem, bagaimana Pak?

Masa libur Natal 2024 dan tahun baru 2025 berlangsung saat puncak musim hujan terjadi di sebagian wilayah Indonesia. Sebagaimana dilansir dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena La Nina lemah menyebabkan intensitas hujan diperkirakan meningkat 20 persen dibandingkan kondisi normal. Kondisi cuaca ini akan mempengaruhi jadwal keberangkatan dan kedatangan kapal. Kita harus menjaga aktivitas penyeberangan demi keselamatan penumpang.

Adakah pesan-pesan dari Bapak?

Kepada pemangku kepentingan sektor penyeberangan, saya mengingatkan pentingnya antisipasi layanan transportasi yang terdampak cuaca ekstrem. Saya juga menginstruksikan para pemangku kepentingan berkoordinasi dengan BMKG wilayah masing-masing untuk mempersiapkan diri terhadap kondisi prakiraan cuaca atau gelombang tinggi. Untuk masyarakat pengguna transportasi kami mengharapkan kerjasamanya, jika ternyata pemangkut kepentingan melarang untuk menyeberang diharapkan dapat mematuhinya. Hal ini semata-matanya untuk keselamatan bersama. 

1734099477_6a8c5893e190d0198fc1.jpg

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.