Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Petani Lebak Siasati Ancaman Gagal Panen Akibat Musim Kemarau Ekstrem, Musim Tanam Dipercepat

📅 Rabu, 06 Mei 2026, 17:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Petani Lebak Siasati Ancaman Gagal Panen Akibat Musim Kemarau Ekstrem, Musim Tanam Dipercepat Doc: ANTARA/Mansyur
Ket. Petani Lebak melakukan gerakan percepatan tanam untuk menghindari musim kemarau panjang atau El Nino.

LEBAK – Percepatan tanam memastikan proses budidaya berjalan serentak, yang bertujuan untuk mempertahankan stabilitas produksi pangan.

Gerakan ini dilakukan untuk menghindari risiko kekurangan air pada fase pertumbuhan tanaman, terutama jika dilakukan sebelum puncak musim kemarau.

Percepatan tanam dilakukan untuk memastikan produktivitas pertanian tetap tinggi dan berkelanjutan, yang berujung pada peningkatan pendapatan petani.

Sejumlah petani di Kabupaten Lebak, Banten mempercepat gerakan tanam untuk menghindari musim kemarau yang diprediksikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juni sampai Oktober 2026.

"Kita sejak sepekan terakhir ini melaksanakan gerakan percepatan tanam padi, karena curah hujan masih tinggi," kata Ketua Kelompok Tani Blok Sentral Kabupaten Lebak Udin di Lebak, Rabu (6/5).

Percepatan tanam padi tersebut, karena curah hujan di wilayahnya itu cukup tinggi, sehingga dapat memenuhi persediaan pasokan air.

Selain itu juga gerakan percepatan tanam itu untuk menghindari musim kemarau panjang atau El Nino.

Petani di sini melakukan tanam serentak itu, dipastikan bisa mengantisipasi jika terjadi kemarau panjang dengan pompanisasi irigasi.

Sebab, pompanisasi itu bisa menyelamatkan tanaman padi saat musim kemarau, karena terpenuhi pasokan air.

"Kita berharap gerakan percepatan tanam seluas 50 hektare pada Mei 2026 dipastikan panen akhir Agustus mendatang," kata Udin.

Begitu juga petani lainya, Samsul mengatakan pihaknya melakukan percepatan tanam karena khawatir Juni mendatang memasuki musim kemarau.

Karena itu, dirinya lebih cepat melakukan gerakan tanam agar tahun ini bisa meningkatkan indeks pertanaman (IP) dari tiga kali menjadi empat musim tanam dalam setahun.

"Kami di sini melakukan gerakan percepatan tanam seluas 70 hektare, karena curah hujan masih tinggi," kata Samsul.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar mengatakan pihaknya meminta petani agar memanfaatkan bantuan pompa jika terjadi musim kemarau dengan menyedot air permukaan, seperti aliran sungai, embung dan mata air.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Keterangan Pers kasus penga...

Ziarah makam pahlawan di Surabaya

44 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Ziarah makam pahlawan di Su...

Gadai emas menjelang tahun ajaran baru

49 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Gadai emas menjelang tahun ...
Olahraga
Timnas Futsal U-17 Indonesi...

Tradisi pembuatan nasi jangkrik di Kudus

59 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Tradisi pembuatan nasi jang...

Tambahan stok beras di Sumut

1 jam lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Tambahan stok beras di Sumut
Megapolitan
Ruang publik Alun-alun Kabu...
Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
# 7
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.