Perdana Menteri Baru Suriah 'Menjamin' Hak Semua Kelompok Agama
📅 Kamis, 12 Des 2024, 09:16 WIB | Oleh: Tim PenulisJuman Khilaly, 40 tahun, mengatakan "masih banyak ketidakpastian" bahkan pada aspek kehidupan yang paling mendasar, seperti sekolah untuk anaknya yang berusia 10 tahun dan melonjaknya harga.
"Semuanya sangat mahal," katanya.
Di desa asal Assad, Qardaha, makam ayah mantan pemimpin itu dibakar, rekaman AFP menunjukkan, para pejuang pemberontak berseragam dan pemuda-pemuda menyaksikan pembakaran tersebut.
Partai Baath dari presiden terguling mengumumkan akan menghentikan kegiatannya "dalam segala bentuknya... sampai pemberitahuan lebih lanjut" dan menyerahkan aset kepada pihak berwenang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Transisi Halus
Perang Suriah telah menewaskan lebih dari 500.000 orang dan memaksa separuh penduduk meninggalkan rumah mereka, enam juta di antaranya mencari perlindungan di luar negeri.
Dalam wawancaranya dengan Corriere della Sera, Bashir meminta warga Suriah di luar negeri untuk kembali ke tanah air mereka.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Suriah sekarang adalah negara bebas yang telah mendapatkan kebanggaan dan martabatnya. Kembalilah," katanya.
Bandara internasional utama di Damaskus, yang ditutup sejak pemberontak menyerbu ibu kota, akan dibuka kembali "dalam beberapa hari ke depan", kata direkturnya Anis Fallouh kepada AFP.
Bashir mengatakan penguasa baru Suriah bersedia bekerja dengan siapa saja selama mereka tidak membela Assad.
Utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Suriah, Geir Pedersen, mendesak adanya proses yang inklusif, dan mengatakan kepada AFP bahwa "kekhawatiran terbesarnya adalah bahwa transisi tersebut akan menciptakan kontradiksi baru yang dapat menyebabkan pertikaian sipil baru".
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan badan dunia itu "berkomitmen penuh untuk mendukung kelancaran transisi kekuasaan".
Assad didukung oleh Russia, tempat ia dilaporkan melarikan diri, serta Iran dan kelompok militan Hizbullah Lebanon.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!