Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Program B50 Digeber, Pasokan Minyak Goreng Dijamin Aman

📅 Rabu, 20 Mei 2026, 10:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Program B50 Digeber, Pasokan Minyak Goreng Dijamin Aman Doc: ANTARA-Putu Indah Savitri
Ket. Tangki penyimpanan B40, B50, dan B100 di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50 Lembang, Jawa Barat.

JAKARTA – Implementasi program B50 menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor solar berbasis fosil.

Kebijakan pencampuran 50 persen biodiesel berbahan baku sawit ke dalam BBM dinilai mampu meningkatkan serapan crude palm oil (CPO) domestik, menjaga stabilitas harga sawit, serta mendukung hilirisasi industri energi terbarukan.

Namun, penerapan B50 juga menghadapi tantangan besar, mulai dari kesiapan infrastruktur distribusi, kualitas mesin kendaraan, hingga potensi kenaikan biaya produksi dan subsidi energi.

Di sisi lain, keberhasilan implementasi B50 dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama bioenergi global sekaligus menjadi instrumen penting dalam transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan implementasi Biodiesel 50 (B50) tidak akan mengganggu pasokan minyak goreng nasional karena produksi minyak sawit Indonesia meningkat dan masih surplus untuk kebutuhan domestik.

"Ini sekarang, tahu nggak produksi kita naik, ini data dari Gapki (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia)," kata Mentan di Jakarta, Selasa (19/5).

Menurut dia, peningkatan produksi minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) membuat Indonesia masih memiliki cadangan dan surplus pasokan meskipun sebagian produksi dialokasikan untuk mendukung implementasi program biodiesel B50 nasional tahun ini.

Amran menyebutkan produksi minyak sawit secara nasional tercatat sekitar 46 juta ton, sehingga pemerintah optimistis kebutuhan biodiesel, minyak goreng domestik, hingga ekspor tetap dapat terpenuhi secara bersamaan.

Dari jumlah produksi itu, 20 ton dialokasikan untuk minyak goreng dan 26 juta ton di antaranya untuk ekspor. Namun, kini jumlah ekspor naik menjadi 32 juta ton seiring meningkatnya produktivitas kelapa sawit. Meski begitu, dia tidak menyebutkan secara rinci peningkatan produksi CPO tersebut.

"Jadi gini dulu (produksi minyak sawit) 46 juta ton, 20 juta ton untuk minyak goreng dan lain-lain. Kemudian 26 juta ton ekspor, sekarang (naik jadi) 32 juta ton. Kalau ini diambil 5 juta ton artinya masih ada surplus 1 juta untuk B50," beber Amran.

Ia membandingkan kondisi saat ini dengan sebelumnya ketika volume ekspor sawit Indonesia berada di kisaran 26 juta ton sebelum produksi nasional mengalami peningkatan cukup besar beberapa waktu terakhir.

Dalam skema kebutuhan nasional saat ini, Amran menyebut alokasi untuk implementasi B50 diperkirakan sekitar 5-6 juta ton dari total produksi minyak sawit nasional.

Sementara itu, kebutuhan minyak goreng dan berbagai kebutuhan domestik lainnya disebut berada di kisaran 20 juta ton sehingga implementasi program B50 dinilai tidak akan mengganggu kebutuhan masyarakat.

Amran menegaskan perhitungan pemerintah menunjukkan pasokan sawit nasional masih berada dalam posisi surplus meskipun sebagian produksi dialihkan untuk mendukung penguatan program energi berbasis biodiesel nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Nasional
Stimulus Harus Diikuti Refo...

Wabah Ebola Kongo Tembus 1.000 Kasus

22 menit yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Wabah Ebola Kongo Tembus 1....
Luar Negeri
Yen Jepang Dekati Titik Ter...
Rona
Remake 'The Blair Witch Pro...
Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.