Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perdana Menteri Baru Suriah 'Menjamin' Hak Semua Kelompok Agama

📅 Kamis, 12 Des 2024, 09:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perdana Menteri Baru Suriah 'Menjamin' Hak Semua Kelompok Agama Doc: BBSNEWS
Ket. Pemimpin HTS Abu Mohammed al-Jolani

DAMASCUS - Perdana menteri baru Suriah mengatakan aliansi pimpinan Islam yang menggulingkan presiden Bashar al-Assad akan menjamin hak-hak minoritas, dalam wawancara yang diterbitkan pada hari Rabu (11/12). Ia juga menyerukan jutaan orang yang melarikan diri dari perang untuk kembali ke rumah.

Assad melarikan diri dari Suriah setelah serangan kilat yang dipelopori kelompok Islam Hayat Tahrir al-Sham (HTS) dan sekutunya, yang mengakhiri lima dekade kekuasaan brutal klannya.

Warga Suriah di seluruh negeri dan di seluruh dunia bersorak dalam perayaan, setelah mengalami era yang menyesakkan, di mana siapa pun yang dicurigai melakukan perbedaan pendapat dapat dijebloskan ke penjara atau dibunuh.

Dengan penggulingan Assad yang menjerumuskan Suriah ke dalam ketidakpastian, para penguasa barunya berupaya meyakinkan kaum minoritas agama bahwa mereka tidak akan menindas mereka.

Mereka juga menjanjikan keadilan bagi para korban pemerintahan tangan besi Assad, dengan pemimpin HTS Abu Mohammed al-Jolani bersumpah bahwa pejabat yang terlibat dalam penyiksaan tahanan tidak akan diampuni.

"Kami tidak akan mengampuni mereka yang terlibat dalam penyiksaan tahanan," kata Jolani, yang kini menggunakan nama aslinya Ahmed al-Sharaa, dan mendesak "negara-negara untuk menyerahkan siapa pun dari para penjahat yang mungkin telah melarikan diri sehingga mereka dapat diadili".

Di koridor rumah sakit utama Damaskus, ribuan keluarga berkumpul untuk mencari jenazah orang yang mereka cintai yang ditangkap bertahun-tahun lalu oleh pihak berwenang.

"Di mana anak-anak kami?" teriak para wanita sambil berpegangan pada dinding, putus asa ingin segera mengakhiri cobaan yang telah mereka alami selama bertahun-tahun.

Mulai Merasa Aman

HTS Muslim Sunni berakar pada cabang Al-Qaeda di Suriah dan dilarang sebagai organisasi teroris oleh banyak pemerintah Barat, meskipun telah berupaya memoderasi retorikanya.

"Justru karena kami Islam, kami akan menjamin hak-hak semua orang dan semua sekte di Suriah," kata Mohammad al-Bashir, yang ditunjuk pemberontak sebagai kepala pemerintahan transisi, kepada harian Italia Corriere della Sera.

Bashir, yang pengangkatannya diumumkan pada hari Selasa (10/12), ditugaskan untuk memimpin negara multietnis dan multiagama itu hingga 1 Maret.

Setelah puluhan tahun diperintah oleh Assad, warga Suriah kini menghadapi tantangan besar dalam menentukan arah baru saat mereka keluar dari perang selama hampir 14 tahun.

Di Aleppo, kota kedua terbesar di Suriah dan kota besar pertama yang direbut pemberontak dalam serangan mereka, pemilik toko Ramadan Dali, 70 tahun, mengatakan "kami mulai merasa aman."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Megapolitan
Kebudayaan Harus Menjadi Id...
Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Luar Negeri
Wabah Ebola Kongo Tembus 1....
Rona
Remake 'The Blair Witch Pro...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.