Durian Runtuh! Pj. Gubernur Jatim Serahkan Bonus Rp160 Miliar untuk Atlet dan Pelatih PON XXI Aceh-Sumut
📅 Kamis, 12 Des 2024, 14:56 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
SURABAYA - Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, menyerahkan bonus dengan nilai total 160 miliar rupiah kepada para atlet dan pelatih Jawa Timur yang telah mempersembahkan prestasi di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh - Sumut 2024 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (11/12).
Bonus ini, kata Adhy merupakan bentuk apresiasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim atas perjuangan mereka dalam kontestasi olahraga tingkat nasional tersebut. Terlebih, para atlet dan pelatih kontingen ini mengharumkan nama Jatim.
"Sebagai wujud apresiasi, Pemprov Jatim, hari ini kami memberikan bonus dan penghargaan sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan yang telah diberikan untuk Jatim," ujarnya.
Lebih lanjut, Adhy memastikan bahwa atlet dan pelatih akan menerima bonus murni setelah dipotong pajak. Jadi para atlet dan pelatih tidak dibebani dengan pemotongan pajak penghasilan karena sudah ditanggung Pemprov Jatim.
"Kali ini kita tidak mau bonus dengan harus dipotong lagi pajak, itu yang paling penting, itu yang kami membayarkan sekaligus dengan kewajiban pajak dari penerima bonus untuk pajak penghasilannya," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam kesempatan ini, Adhy pun tak segan mengungkapkan bahwa para atlet maupun pelatih ini laiknya pahlawan. Karena mereka para telah berhasil membawa Jawa Timur berada di peringkat ketiga dengan torehan total 425 medali di PON XXI Aceh Sumut.
"Bonus ini memang nilainya tidak sebanding dengan perjuangan dan pengorbanan para atlet, tapi kami usahakan ke depan bisa lebih besar," katanya.
"Anda semua adalah pahlawan olahraga yang telah menunjukkan bahwa dengan semangat tak kenal lelah, segala sesuatu bisa dicapai," ungkap Adhy menambahkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Adhy, 425 medali yang terdiri dari 146 medali emas, 136 medali perak dan 143 medali perunggu ini ialah capaian yang harus menjadi motivasi dan tolok ukur prestasi selanjutnya.
"Itu sesuatu yang tidak mudah, itu sudah kita hitung kita prediksikan tapi ada yang lebih ada yang kurang, kita evaluasi," harapnya.
Ke depannya, Adhy juga ingin PON bukan hanya ajang kompetisi olahraga, namun menjadi arena untuk menguji ketangguhan, semangat juang dan dedikasi tinggi. Karenanya, apresiasi ini patut diberikan lantaran para atlet telah berkompetisi tidak hanya di atas lapangan, tetapi juga menghadapi tantangan mental dan fisik yang luar biasa.
"Mereka adalah contoh nyata dari kerja keras, disiplin, dan rasa bangga terhadap tanah air," ucapnya.
Di sisi lain Adhy menyampaikan bahwa Perangkat Daerah (PD) dan BUMD Jatim dilibatkan untuk menjadi bapak asuh untuk setiap cabang olahraga. Ia berharap hal ini dapat diteruskan di masa-masa selanjutnya karena memberikan dampak positif bagi para atlet.
"Rasanya berdampak untuk atlet, bahwa pemerintah hadir, kemudian beberapa kesulitan kendala bisa dipenuhi dan hadirnya tidak hanya pada waktu pelaksanaan pon nya tetapi juga jauh sebelum itu, saat masih latihan-latihan," ucapnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!