Modifikasi Cuaca Guna Minimalkan Bencana
📅 Selasa, 10 Des 2024, 01:20 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa
JAKARTA – Modifikasi cuaca dilakukan untuk meminimalkan dampak bencana. Ini untuk mengurangi dampak yang diakibatkan hujan deras. Dengan mengurangi hujan yang jatuh ke Jakarta, maka diharapkan dampaknya juga berkurang.
Pemprov Jakarta terus berupaya meminimalkan dampak potensi hujan ekstrem. Salah satunya, dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Untuk melakukan OMC, Pemprov Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengandeng Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan PT Songo Aviasi Indonesia (SAI). “Tim menyemai awan di Barat Laut Jakarta, Timur Lampung, serta pesisir Lampung Selatan. Kegiatan OMC berhasil mengurangi intensitas curah hujan Jakarta,” tutur Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kebencanaan BPBD Provinsi Jakarta, Mohamad Yohan, Senin (9/12).
Menurutnya, OMC berlangsung selama tiga hari, 7-9 Desember. Pada hari kedua pelaksanaan OMC, penyemaian awan dilakukan empat kali sepanjang hari Minggu. Total ada 3.200 kilogram bahan semai berbasis garam (NaCl) untuk mempercepat proses pengendapan di wilayah udara luar Jakarta. “Pelaksanaan OMC sejauh ini sesuai dengan rencana. Curah hujan dapat didistribusikan secara merata. Mak, dampak potensi hujan ekstrem juga bisa diminimalkan,” tandas Yohan. OMC berlangsung hingga kemarin.
Lebih lanjut Yohan memaparkan, tim pelaksana bersama BMKG terus memantau pergerakan awan potensial dari arah barat dan barat daya. Penyemaian dilakukan di awan-awan sekitar perbatasan wilayah Jakarta untuk mengurangi intensitas hujan, sebelum masuk ke kawasan urban. Dia melihat, OMC tampak berhasil. Ini bisa dilihat adanya penurunan intensitas hujan di beberapa wilayah yang sebelumnya berpotensi hujan tinggi. “Kami terus memantau dinamika atmosfer dan menyesuaikan strategi penyemaian agar hasil operasi lebih maksimal,” ujar Yohan.
Selain upaya OMC, Pemprov Jakarta juga terus memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah. Ini termasuk menyiagakan pompa air, menyiapkan logistik darurat, dan memastikan kesiapan posko pengungsian. Dinas Sumber Daya Air Jakarta juga terus mengawasi kapasitas saluran air agar dapat menampung curah hujan dalam beberapa hari ini. Dengan upaya terpadu ini, Yohan berharap, dampak potensi hujan ekstrem dapat diminimalkan. Dia akan terus melaporkan hasil operasi dan kondisi cuaca terbaru kepada masyarakat secara akurat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Waspadai Banjir
Semenara itu, Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Juaini Yusuf, minta jajaran tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan, untuk mewaspadai potensi banjir musim hujan. “Kami menginstruksikan untuk meningkatkan koordinasi dalam upaya mitigasi risiko,” kata Juaini Yusuf. Dia mengingatkan musim hujan telah tiba. Selain curah hujan tinggi, daerah pesisir juga menghadapi ancaman banjir rob yang kerap menjadi tantangan besar. “Maka, diperlukan langkah antisipasi yang cepat, terencana, dan berkesinambungan,” jelas Juaini.
Lebih jauh Juaini juga mengimbau jajarannya untuk segera membentuk posko siaga di wilayah rawan banjir. Pastikan alat berat, pompa air, dan logistik siap digunakan kapan saja. “Kerja sama lintas Organisasi Perangkat Daerah juga harus terus diperkuat, sehingga respons menjadi lebih efektif,” ujarnya. Juaini juga minta para camat dan lurah terus mengedukasi warga, terutama yang tinggal di wilayah pesisir dan rawan banjir. Dia minta pemerintah memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan seperti saluran air. Juga jangan membuang sampah sembarangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Libatkan komunitas lokal untuk menjadi mitra dalam memantau kondisi lingkungan,” tambahnya. Menurut Juaini, musim hujan dan banjir rob adalah tantangan yang hanya bisa diatasi bersama melalui gotong royong dan koordinasi solid.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!