Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

2,4 Ton Bahan Semai untuk Modifikasi Cuaca di Hari Keenam

📅 Rabu, 21 Jan 2026, 22:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
2,4 Ton Bahan Semai untuk Modifikasi Cuaca di Hari Keenam Doc: Antara

Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, menebar 2,4 ton bahan semai berupa natrium klorida (NaCl) dan kalsium oksida (CaO) pada hari keenam operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mitigasi cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi.

"Operasi modifikasi cuaca dilaksanakan berdasarkan pemantauan dan analisis meteorologi secara berkelanjutan untuk mengurangi potensi hujan ekstrem," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Mohamad Yohan, di Jakarta, Rabu.

Yohan mengatakan bahwa pelaksanaan OMC pada hari keenam ini adalah langkah mitigasi untuk menghadapi cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi di DKI Jakarta dan sekitarnya.

Menurut dia, pelaksanaan OMC hari keenam dilakukan melalui tiga kali penerbangan pesawat CASSA 212 A-2105 yang berpangkalan di Bandara Halim Perdanakusuma, dengan menyemai sebanyak 2,4 ton NaCl dan CaO.

Ia menjelaskan, pada penerbangan pertama, penyemaian awan difokuskan di wilayah Perairan Selat Sunda, pada ketinggian 10.000–11.000 kaki dengan target awan cumulus mediocris yang memiliki basis sekitar 5.000 kaki dan puncak hingga 12.000 kaki.

"Penyemaian menggunakan 800 kilogram NaCl dengan tujuan meluruhkan awan hujan yang bergerak menuju daratan Jabodetabek agar presipitasi terkonsentrasi di perairan," ujarnya.

Penerbangan kedua lanjut Yohan, dilaksanakan pada siang hari dengan area semai di atas perairan Selat Sunda pada radial 250–300 dan jarak 80–110 mil laut dari Halim.

Penerbangan dilakukan pada ketinggian 8.000–12.000 kaki dengan bahan semai NaCl sebanyak 800 kilogram.

"Ini bertujuan untuk mengendalikan pertumbuhan awan hujan di wilayah perairan barat agar hujan tidak terkonsentrasi di daratan Jakarta," kata dia.

Selanjutnya, penerbangan ketiga difokuskan pada wilayah di atas Kabupaten Bekasi. Penyemaian dilakukan pada ketinggian 5.000–7.000 kaki dengan menggunakan 800 kilogram kalsium oksida (CaO).

Upaya tersebut ditujukan untuk menekan intensitas awan hujan di wilayah timur yang berpotensi mempengaruhi kondisi cuaca di DKI Jakarta.

Sementara itu, Deputi Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo menyampaikan bahwa kondisi atmosfer pada Rabu ini menunjukkan potensi cuaca yang lebih ekstrem.

"Hari ini, 21 Januari, prediksi cuaca lebih ekstrem dibandingkan tanggal 12 dan 18 Januari lalu pada saat terjadinya banjir di Jakarta," katanya.

Ia menyampaikan bahwa berdasarkan prakiraan cuaca ke depan, risiko masih berada pada kategori menengah sehingga pelaksanaan OMC sementara direncanakan hingga 22 Januari 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

56 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.