Perguruan Tinggi Harus Siapkan Talenta untuk Hadapi Perkembangan AI
📅 Sabtu, 07 Des 2024, 00:00 WIB | Oleh: Tim PenulisMeski begitu, kami juga secara bersamaan mencoba membangun industri di Indonesia. Kalau kita punya industri yang cukup kuat, mereka bisa pulang bekerja di kita. Sementara mereka di sana dulu, syukur-syukur dia di sana bisa bantu kita membangun industri di sini. Atau mereka yang di luar negeri masuk ke startup yang kelas dunia, bisa bikin di sini cabangnya, atau pabriknya di sini, kan tidak ada masalah.
Berarti ada salah persepsi di masyarakat?
Jadi, harus positif mikirnya. Jangan curiga. Memang menghabiskan duit? Tidak juga. Investasi pendidikan tidak pernah rugi. Jangan dihitung pulang atau tidak. Uang kembali berapa? Jangan. Dia punya karier, punya prestasi kan. Dia tidak nganggur, dia bekerja. Punya pengetahuan penghasilan yang baik. Kenapa tidak?
Tidak ada persyaratan wajib pulang. Karena kalau kita wajibkan, kita juga salah. Suruh pulang misalnya, terus di sini tidak ada kerjaan. Kan dosa kita. Tidak ada ketentuan mereka harus pulang jadi. Dia tidak melanggar apa-apa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ke depan beasiswa LPDP ini akan seperti apa?
Presiden sudah mencanangkan program suasana pendapangan, suasana energi, ketersediaan air, hilirisasi. Nah, ke depan kita katakan untuk bidang-bidang itu, LPDP itu. Supaya dia lulus, berkarya di mana pun juga, bisa membangun Indonesia, memenuhi tadi, pangan, energi, air, dan sebagainya.
Penerima beasiswa LPDP harus berkontribusi untuk negeri. Penerima beasiswa harus mampu terlibat dalam pembangunan dan menyejahterakan bangsa dan negara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tentunya, kami berharap teman-teman dapat kembali ke masyarakatdalam bentuk kontribusi nyata untuk bangsa dan negara Indonesia. Kontribusinya bisa bermacam-macam sesuai dengan bidang masing-masing.
Saya harap para penerima beasiswa ini dapat menjadi talenta sumber daya Indonesia yang berkualitas dan mampu berdaya saing global. Keberadaan mereka penting dalam rangka mencapai target Indonesia Emas 2045.
Khusus bagi penerima yang berkuliah di luar negeri, saya meminta untuk memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya dan menjadi pribadi yang tangguh untuk menghadapi berbagai tantangan di bidang-bidang yang baru. Harapannya, para peserta dapat menjalin relasi yang luas dengan orang-orang setempat dan meraih berbagai ilmu. Mumpung di luar negeri, kuasai bahasa dan kultur setempat, mingle dan bergaul dengan teman-teman setempat, dan raihlah ilmu itu sebanyak-banyaknya mumpung kita diberikan kesempatan.
Di kementerian sebelumnya ada program Kampus Merdeka. Apakah ini akan berlanjut?
Program Kampus Merdeka yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi bakal terus dilanjutkan. Program tersebut perlu sejumlah perbaikan.
Kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Salah satunya memberikan suasana belajar yang mendukung kesejahteraan mental mahasiswa. Semangat belajar dan memastikan pendidikan tetap berjalan lancar sangat penting, meskipun ada beberapa tantangan yang dihadapi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!