Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perguruan Tinggi Harus Siapkan Talenta untuk Hadapi Perkembangan AI

📅 Sabtu, 07 Des 2024, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Sebagai ilustrasi jika melihat India dalam undang-undang dasar India, ada satu pasal yang menyatakan masyarakat harus mempunyai scientific temper, scientific culture,di mana itu merupakan suatu kekuatan untuk berpikir ilmiah. Itu sebabnya, India sangat maju dalam hal scientific atau ilmiah ini karena memang mereka itu punya kepercayaan, kan dulu Gandhi yang menetapkan itu, kita harus punya mindset scientific. Nah, kita juga berharap ke depan Indonesia juga akan maju, kita perlu didukung oleh suatu mindset atau attitude yang ke arah ilmiah.

Terkait efektivitas dan kualitas pemanfaatan dana penelitian, terbatasnya anggaran penelitian, sementara pelaksanaan penelitian perguruan tinggi belum berkualitas dan berdampak. Karena pengembangan sains dan teknologi tidak mungkin tanpa melalui kegiatan penelitian.

1733493790_5442f53fa2fb136c6f55.jpg

Koran Jakarta/M. Fachri

Perguruan tinggi mesti relevan dengan zaman. Kondisinya seperti apa?

Terkait relevansi, tantangannya adalah terputusnya hubungan perguruan tinggi dari kebutuhan masyarakat. Institusi pendidikan tinggi tidak selalu menyelaraskan kurikulum dan prioritas penelitiannya dengan kebutuhan dan tantangan khusus yang ada di komunitas lokalnya. Kami akui banyak dari kalangan pendidik itu yang kalau mendidik itu menurut apa yang dia inginkan, bukan apa yang dibutuhkan masyarakat.

Untuk regulasi di tiga sektor tadi bagaimana pendapat Anda?

Regulasi dan kebijakan yang berubah terlalu cepat. Ini mengakibatkan tidak tercapainya tujuan pendidikan nasional. Misalnya dalam aspek pendanaan, sekaligus menimbulkan ketidakpastian hukum. Jadi, kita ke depan juga kita meminimalkan terjadinya upaya-upaya perubahan-perubahan yang menghambat perkembangan pendidikan tinggi.

Bahkan ke depan, kami juga mengupayakan agar pendidikan tinggi itu diregulasi sedemikian rupa untuk memberikan ruang gerak yang inovatif kepada para pengampunya. Ini supaya pendidikan tinggi ke depan itu memang betul bermanfaat untuk pembangunan nasional Indonesia.

Seperti apa langkah kementerian terkait pengelolaan pendidikan tinggi?

Kita beri mereka keleluasaan berkembang. Kita tahu juga setiap perguruan tinggi mempunyai keunikannya masing-masing. Itu kunci dari keberhasilan perguruan tinggi. Nah,bagaimana bisa perguruan tinggi dengan keunikannya ya tadi itu masing-masing punya suatu critical thinking untuk bisa mengembangkan perguruan tinggi.

Beberapa waktu lalu ada isu soal kebebasan akademik. Pandangan Anda seperti apa?

Semua tergantung dari pimpinan perguruan tingginya. Kami berikan pada mereka keleluasaan secara akademik. Silakan, karena kampus harus punya kebebasan akademik yang tinggi. Tapi, saya minta pada pimpinan perguruan tinggi tolong jaga dengan baik. Kebebasan itu harus dibarengi dengan akuntabilitas tanggung jawab pada publik.

Untuk polemik di UI terkait kelulusan salah satu menteri seperti apa?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.