Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Presiden Biden Beri Pengampunan Resmi untuk Putranya atas Dua Kasus Pidana

📅 Senin, 02 Des 2024, 09:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Presiden Biden Beri Pengampunan Resmi untuk Putranya atas Dua Kasus Pidana Doc: AP/Susan Walsh
Ket. Presiden Joe Biden, mengenakan jaket Tim AS, berjalan bersama putranya Hunter Biden menuju Marine One di Halaman Selatan Gedung Putih di Washington, 26 Juli 2024.

WASHINGTON - Presiden AS Joe Biden pada hari Minggu (1/12) mengeluarkan pengampunan resmi untuk putranya Hunter, yang menghadapi hukuman atas dua kasus pidana penggelapan pajak dan pembelian senjata api.

"Tidak ada orang waras yang melihat fakta-fakta kasus Hunter yang dapat mencapai kesimpulan lain selain bahwa Hunter dipilih hanya karena dia adalah putra saya, dan itu salah," kata Presiden Biden dalam sebuah pernyataan, menyebutnya sebagai "kesalahan hukum."

Biden junior dihukum awal tahun ini karena berbohong terkait penggunaan narkoba saat ia membeli senjata -- sebuah tindak pidana berat -- dan juga mengaku bersalah dalam persidangan penggelapan pajak yang terpisah.

Pengampunan itu diberikan setelah Biden berulang kali mengatakan ia tidak akan campur tangan dalam masalah hukum putranya. Sekretaris pers Gedung Putih mengatakan pada bulan September bahwa Biden tidak akan memberikan pengampunan untuk Hunter.

Pada saat yang sama, kasus pidana terhadap Presiden terpilih Donald Trump terhenti setelah putusan Mahkamah Agung tentang kekebalan presiden -- yang memastikan saingan Biden dari Partai Republik itu kemungkinan tidak akan pernah masuk penjara, bahkan setelah hukuman bersejarahnya atas pemalsuan catatan bisnis pada bulan Mei.

"Saya katakan saya tidak akan mencampuri pengambilan keputusan Departemen Kehakiman, dan saya menepati janji saya meskipun saya melihat putra saya dituntut secara selektif dan tidak adil," kata Biden dalam pernyataan hari Minggu.

"Tuduhan dalam kasusnya muncul setelah beberapa lawan politik saya di Kongres menghasut mereka untuk menyerang saya dan menentang pemilihan saya," tambahnya.

"Saya percaya pada sistem peradilan, tetapi saat saya bergulat dengan masalah ini, saya juga percaya politik kasar telah mencemari proses ini dan menyebabkan ketidakadilan."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.