Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rupiah Bakal Makin Merosot Akibat Kebijakan Tarif Trump

📅 Senin, 07 Apr 2025, 15:55 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Rupiah Bakal Makin Merosot Akibat Kebijakan Tarif  Trump Doc: Doc:AP/Aljazeera
Ket. Presiden AS, Donal Trump di Washington, Rabu (2/4) mengumumkan negara-negara mitra dagangnya yang dikenakan kenaikan tarif bea masuk barang impor.

JAKARTA- Kebijakan tarif timbal balik (resiprokal) yang baru diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump pada Rabu (2/4) di Washington bakal memukul ekspor 60 negara mitra dagangnya termasuk Indonesia.

Pengamat ekonomi dari STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko mengatakan kebijakan AS tersebut sebagai ancaman serius terhadap perekonomian nasional khususnya pendapatan devisa negara dari ekspor, terutama ekspor nonmigas.

“Ini ancaman nyata. Kami, para akademisi, sudah sering ingatkan mengenai kemungkinan AS menghapus seluruh defisit perdagangannya. Sekarang terbukti. Indonesia yang selama ini mencatatkan surplus perdagangan dengan AS, justru menjadi sasaran penghapusan defisit itu lewat tarif tinggi,” ungkap Aditya saat dihubungi ke Yogyakarta, Kamis (3/4).

Sebagai informasi, surplus perdagangan Indonesia terhadap AS senilai 18 miliar dollar AS, sedangkan terhadap Tiongkok defisit neraca perdagangan Indonesia mencapai 10 miliar dollar AS pada tahun 2024 lalu dan per Januari 2025 kembali defisit 1,77 miliar dollar AS.

Situasi tersebut jelasnya sangat berbahaya karena berpotensi menggoyahkan posisi cadangan devisa Indonesia.

“Kalau pendapatan ekspor dari AS menurun, sementara dari Tiongkok kita terus defisit, lalu bagaimana kita menutup celah itu? Cadangan devisa pasti akan tertekan, dan rupiah akan sangat semakin terpuruk, karena neraca perdagangan yang selama ini surplus bisa menjadi defisit. Kalau hal itu terjadi, artinya suplai valuta asing (valas) ke dalam negeri menurun, tetapi permintaan dollarnya meningkat,” jelas Aditya.

Kurs rupiah sendiri terhadap dollar AS, pada Kamis (3/4) sudah berada pada posisi 16.705 per dollar AS.

Lebih lanjut Aditya menjelaskan kalau struktur ekspor Indonesia ke AS juga, sebagian besar berupa produk elektronik dan tekstil, namun dalam bentuk yang tidak berdaya saing tinggi.

“Kalau dibilang kita ekspor elektronik, sebenarnya seperti apa? Jangan-jangan itu hanya perakitan. Kita hanya jadi tempat produksi murah, memanfaatkan tenaga kerja Indonesia, dan menempelkan label “Made in Indonesia” untuk menghindari tarif. Tapi sekarang, itu semua sudah tak berguna karena tarif tetap dikenakan,” katanya.

Ia memperingatkan bahwa praktik maklon seperti ini bisa membuat statistik ekspor terlihat semu. “Kalau hanya numpang nama, apa nilai tambahnya untuk Indonesia? Bisa-bisa ekspor kita itu hanya ilusi. Angkanya besar, tapi nilai bersihnya rendah. Bahkan secara riil, kita bisa saja defisit,” kata Aditya.

Menurutnya, dengan tarif 32 persen, keunggulan biaya yang selama ini jadi andalan Indonesia langsung lenyap. “Daya saing kita langsung rontok. Kalau kita sampai kehilangan surplus dan malah mencatatkan defisit, itu akan terjadi sangat cepat, dan kita tidak akan bisa bersaing dengan Tiongkok atau negara ASEAN lain yang industrinya jauh lebih kuat,” katanya.

Dengan demikian, maka dampaknya akan merambat ke berbagai sektor, mulai dari tekanan fiskal, pembengkakan utang luar negeri, dan lemahnya ketahanan ekonomi nasional.

“Kalau defisit perdagangan melebar, bagaimana kita bayar utang luar negeri? Ini akan jadi beban besar,” katanya.

Kebijakan Industri Gagal

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Polisi Buru Pelaku Pencuria...
Ekonomi
Indonesia produksi beras te...

Pementasan prembon pada Pesta Kesenian Bali

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pementasan prembon pada Pes...

Upaya pengembangan komoditas hortikultura

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Upaya pengembangan komodita...

Tradisi pembuatan bubur Asyura

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Tradisi pembuatan bubur Asyura

.Penindakan pakaian bekas impor ilegal

46 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
.Penindakan pakaian bekas i...
Nasional
Bakti kesehatan memperingat...

PT KAI: Pelanggan Kereta Imperial Naik 162,04 Persen

51 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
PT KAI: Pelanggan Kereta Im...
Ekonomi
Ekspor mobil produksi dalam...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.