Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekolah Terpadu Sedaya Bintang Akan Terapkan Eco-Learning Activities

📅 Minggu, 01 Des 2024, 19:47 WIB | Oleh:
Sekolah Terpadu Sedaya Bintang Akan Terapkan Eco-Learning Activities Doc: ilustrasi istimewa
Ket. Sekolah Terpadu Sedaya Bintang yang perdana di kawasan Summarecon Bandung. Sekolah tersebut akan menerapkan Eco-Learning Activities.

JAKARTA - Executive Director unit Edukasi PT Summarecon Agung Tbk, Aida Halim, menyampaikan, pihaknya saat ini telah memulai pembangunan Sekolah Terpadu Sedaya Bintang yang perdana di kawasan Summarecon Bandung. Sekolah tersebut akan menerapkan Eco-Learning Activities.

“Sekolah Terpadu Sedaya Bintang menerapkan metode pembelajaran mengenai Eco-Learning Activities," ujar Aida, dalam keterangannya, Minggu (1/12).

Dia menjelaskan, Eco-Learning Activities merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Para peserta didik tidak hanya mempelajari materi saja, tapi akan mendapatkan kesempatan untuk mengimplementasikan materi secara langsung.

"Jadi nanti peserta didik mempelajari  berbagai aktivitas di lapangan seperti Urban Farming and Plant Nursery, Bird Conservation Lake dan Waste Management Education," jelasnya.

Sebagai informasi, pembangunan Sekolah Terpadu Sedaya Bintang tahap 1 akan rampung pada akhir Mei 2025 sehingga akan bisa memulai kegiatan pendidikan pada tahun ajaran 2025/2026. Untuk tahun ajaran tersebut, pendaftaran dibuka untuk jenjang Kelompok Bermain (KB), Taman kanak-kanak (TK), dan Sekolah Dasar (SD).

Kurikulum Internasional

Aida menuturkan, Kurikulum Sekolah Terpadu Sedaya Bintang menggunakan kurikulum internasional. Khusus tingkat KB dan TK diterapkan metode pembelajaran Learning Corners.

"Dengan metode ini, peserta didik dapat memilih corners sesuai minat dan karakteristik untuk mengembangkan daya berpikir kritis dan pemecahan masalah," katanya.

Dia menyebut, pembelajaran kontekstual yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, menggunakan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics). Pendekatan tersebut penting untuk mengembangkan keterampilan abad 21, seperti berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas, sebagai bekal di masa depan.

"Metode pembelajaran serta kurikulum yang diberikan sesuai dengan visi untuk mewujudkan sekolah berdasarkan nilai Pancasila dengan standar mutu tinggi melalui pendidikan budi pekerti yang mengacu kepada ajaran Konfusius yang universal," tuturnya.

Aida mengatakan, peserta didik akan mendapatkan pembelajaran bahasa Mandarin dari Native Speaker yang memperkuat penguasaan bahasa secara autentik. Pendekatan ini dipadukan dengan Holistic Education.

"Jadi pendidikan yang mengembangkan seluruh potensi peserta didik secara seimbang, mencakup potensi intelektual, emosional, fisik, sosial, estetika, dan spiritual," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.