Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Refleksi Hari Wayang Nasional, Bagaimana Nasib Wayang di Era Digital

📅 Kamis, 21 Nov 2024, 15:30 WIB | Oleh: Tim Penulis

Kedua aliran tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dalang yang mengedepankan aspek hiburan sangat populis, digemari berbagai kalangan, dan banyak panggung yang menginginkannya. Namun, aliran ini memiliki risiko berupa hilangnya nilai-nilai sakral dan filosofis dari pertunjukan wayang.

Di sisi lain, dalang yang mengedepankan aspek keaslian pertunjukan wayang dan esensi filosofisnya, seringkali dianggap sebagai dalang yang kuno dan jarang ditonton banyak orang, sehingga memiliki risiko ‘punah’.

Perbedaan pendapat ini harus ditengahi agar pelestarian seni wayang tidak keluar dari jalurnya.

Jurgen Habermas (1988), seorang filsuf dari Jerman, melalui pendekatan ‘tindakan komunikatif’ menekankan pentingnya saling memahami melalui dialog yang rasional.

Dengan menerapkan pendekatan ini, para dalang dapat berdiskusi mengenai strategi pelestarian wayang sembari mengeksplorasi inovasi yang bertanggung jawab. Proses dialog ini juga diharapkan dapat membantu para dalang memahami peran ganda mereka sebagai agen budaya sekaligus penghibur modern, sehingga wayang dapat berkelanjutan tanpa kehilangan esensinya sebagai seni moral dan filosofis.

Salah satu contohnya adalah program televisi Bukan Sekedar Wayang yang dipandu oleh pelawak Sule dan dalang Dadan Sunandar Sunarya. Program ini sukses membawakan seni wayang golek yang menghibur, tetapi tetap memberikan pesan moral dalam setiap ceritanya.

Para pelaku seni wayang juga bisa membuat konsensus standar etika untuk inovasi, sehingga bisa menyelaraskan pertunjukan mereka dengan peran tradisional wayang sebagai sumber panduan moral. Sebab, sebagai sebuah kesenian, wayang tetap bisa beradaptasi dengan tren yang sedang berkembang, seperti Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR).

Adaptasi wayang ke dalam platform digital tersebut dapat memberikan akses yang lebih luas kepada audiens global, sehingga eksistensi seni wayang bisa bertahan di era digital.

Platform digital juga bisa menjadi wadah pelestarian yang efektif melalui digitalisasi arsip pertunjukan. Ini memungkinkan generasi mendatang memahami dan mengakses pertunjukan wayang dalam bentuk yang lebih otentik.

Dengan adanya kolaborasi antarpelaku seni wayang, dukungan pemerintah, dan masyarakat yang peduli, kesenian wayang akan mampu bertahan, bahkan di era digital yang serba cepat berubah seperti sekarang.The Conversation

M. Luthfi Khair A, Peneliti Bidang Sejarah Indonesia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.