Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bersih Sampah Jakarta, Indonesia Bersih Butuh Iklim Good Governance

📅 Kamis, 21 Nov 2024, 13:30 WIB | Oleh: Tim Penulis

Sedangkan sebanyak 631 produsen diminta membuat peta jalan, karena menyumbang bertambahnya sampah. Bukan hanya menunggu peta jalan, melainkan implementasinya. Hal ini sangat serius dilakukan langkah-langkah nyata.

Kuantitas 4.000 ton sampah makanan harus dikelola di Jakarta, tidak dibuang ke TPST Bantargebang. Berkaitan dengan sisa makanan diberikanlah aturannya, seperti agar makan di restouran tidak banyak agar tidak menyisakan sisa makanan. Karena Indonesia merupakan penghasil sampah makanan terbesar kedua di dunia.

Berkaitan dengan isu impor plastik, bulan lalu KLH mengakhiri impor sampah. Menteri LH meminta kepada Duta Besar Norwegia, Denmark dan Belanda mohon impornya dibatasi. Hari ini kita batasi sampah plastik impor.

Untuk impor kertas akan dilakukan pembatasan. menyarankan melakukan pilah plastik, kertas dalam negeri untuk kebutuhan sendiri.

Tafsir Pernyataan Menteri LH

Masalah sampah tak kunjung selesai! Seperti ada yang salah pada diri kita. Apa yang salahnya? Berbagai pernyataan yang disampaikan Menteri LH dan sejumlah pejabat ada sesuatu masalah besar yang dihadapi dalam konteks penanganan sampah di Indonesia, dan Jakara menjadi barometernya pula.

Penyelesaian permasalahan sampah yang sedang berhadapan dengan sistem yang terinfeksi patologi sudah berlangsung lama. Permasalahan bukan sampah padanya. Sampah itu katakan sebagai barang, bisa dipindahkan ke mana-mana dengan mudah. Sampah itu bisa diperlakukan dengan model apa saja. Awalnya tampak sederhana, barang yang terlihat.

Tetapi sampah menjadi masalah dan semakin rumit dan kompleks karena pikiran dan perilaku manusia dan sistemnya sudah kotor dan semakin kotor. Adanya praktek-praktek bahaya menyebabkan timbulnya ganasnya anggaran pemerintah pusat dan daerah. Meskipun sistemnya telah dimodernisasi dan digitalisasi, e-katalog (katalog elektronik). Manusia lebih pintar dari sistemnya.

Dalam konteks pemerintahan, birokrasi dan ketaatan hukum, maka pengelolaan sampah yang dibutuhkan di Indonesia dan Jakarta adalah iklim tata pemerintahan yang baik. Jadi, Bersih Sampah Jakarta, Indonesia Bersih butuh iklim tata pemerintahan yang baik dan nasionalisme yang kuat

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.