Setelah Badai, Gempa Dahsyat M6,8 Mengguncang Kuba
📅 Senin, 11 Nov 2024, 08:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AP/Ariel Ley
HAVANA - Dua gempa bumi dahsyat mengguncang Kuba selatan secara berurutan pada hari Minggu (10/11), kata ahli geologi AS, beberapa hari setelah dilanda badai yang menyebabkan listrik padam di seluruh negeri.
Gempa meretakkan tembok dan merusak rumah, tetapi tampaknya tidak menimbulkan korban jiwa, menurut laporan awal.
Penduduk berlarian ke jalan dan sangat terguncang tak lama setelah Badai Rafael berlalu, badai kategori 3 yang menghantam pulau itu Rabu lalu.
"Itu adalah hal terakhir yang kami butuhkan," kata Dalia Rodriguez, ibu rumah tangga dari kota Bayama di Kuba selatan, kepada AFP. Dinding rumahnya rusak.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengukur gempa kedua yang lebih kuat pada hari Minggu dengan kekuatan 6,8 dan kedalaman 14,6 mil (23,5 kilometer), sekitar 25 mil dari pantai Bartolome Maso, di provinsi selatan Granma.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gempa ini terjadi hanya berselang satu jam setelah gempa pertama yang menurut USGS berkekuatan 5,9.
Gempa bumi tersebut merupakan kejadian terkini dalam siklus darurat bagi pulau yang diperintah Komunis itu setelah dua badai dan dua pemadaman listrik besar dalam tiga minggu terakhir.
Pulau ini mengalami pemadaman listrik nasional pada tanggal 18 Oktober ketika pembangkit listrik terbesarnya rusak dan kemudian dilanda Badai Oscar dua hari kemudian.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dampak Badai Rafael minggu lalu telah memicu protes, sejumlah orang ditangkap, menurut pihak berwenang.
Kuba telah mengalami pemadaman listrik berjam-jam selama berbulan-bulan dan sedang dalam pergolakan krisis ekonomi terburuk sejak pecahnya sekutu utamanya, Uni Soviet, pada awal 1990-an -- yang ditandai dengan melonjaknya inflasi dan kekurangan barang-barang pokok.
Orang-orang Ketakutan
Surat kabar milik pemerintah Granma mengatakan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat gempa hari Minggu, tetapi gempa tersebut terasa di seluruh provinsi timur dan tengah negara kepulauan Karibia itu.
"Di sini orang-orang segera turun ke jalan karena tanah bergerak sangat kuat," kata Andres Perez, seorang pensiunan berusia 65 tahun yang tinggal di pusat kota Santiago de Cuba, kepada AFP melalui telepon tentang gempa pertama.
"Rasanya sangat kuat, sungguh, istri saya sangat gugup," tambahnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!