Panas Tubuh Manusia Dapat Dikonversi Jadi Energi Listrik
📅 Senin, 11 Nov 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo Brono“Studi kami menunjukkan bahwa membran berbasis lignin, saat direndam dalam larutan garam, dapat secara efisien mengubah panas buangan bersuhu rendah (di bawah 200 derajat Celsius) menjadi listrik. Perbedaan suhu di seluruh membran lignin menyebabkan ion (atom bermuatan) dalam larutan garam bergerak,” papar Muddasar.
Ion positif bergerak ke sisi yang lebih dingin, sementara ion negatif bergerak ke sisi yang lebih hangat. Pemisahan muatan ini menciptakan perbedaan potensial listrik di seluruh membran, yang dapat dimanfaatkan sebagai energi listrik.
“Karena sekitar 66 persen panas buangan industri berada dalam kisaran suhu ini, inovasi ini menghadirkan peluang signifikan untuk solusi energi yang ramah lingkungan,” ungkap dia.
Tantangan dalam Penyimpanan
Sebaiknya Anda baca juga:
Teknologi baru ini berpotensi membuat perbedaan besar di banyak bidang. Industri seperti manufaktur, yang menghasilkan sejumlah besar panas sisa, dapat memperoleh manfaat besar dengan mengubah panas sisa tersebut menjadi listrik. Ini akan membantu mereka menghemat energi dan mengurangi dampaknya terhadap lingkungan.
Teknologi ini dapat digunakan dalam berbagai pengaturan, mulai dari menyediakan daya di daerah terpencil hingga memberi daya pada sensor dan perangkat dalam aplikasi sehari-hari. Sifatnya yang ramah lingkungan juga menjadikannya solusi yang menjanjikan untuk pembangkitan energi berkelanjutan di gedung dan infrastruktur.
Menangkap energi dari panas sisa hanyalah langkah pertama; menyimpannya secara efektif sama pentingnya. Superkapasitor adalah perangkat penyimpanan energi yang mengisi dan mengeluarkan listrik dengan cepat. Ini membuatnya penting untuk aplikasi yang membutuhkan pengiriman daya cepat. “Namun, ketergantungan mereka pada bahan karbon yang berasal dari bahan bakar fosil menimbulkan masalah keberlanjutan, yang menyoroti perlunya alternatif terbarukan dalam produksinya,” kata Muddasar. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!