Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mayoritas Tangerang Raya Potensial Bencana

📅 Kamis, 07 Nov 2024, 03:38 WIB | Oleh:
Mayoritas Tangerang Raya Potensial Bencana Doc: ANTARA/Sulthony Hasanuddin
Ket. Para pelajar berjalan di dekat lokasi tanah longsor Jalan Rancahaur, Desa Karang Tengah, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Rabu (6/11). Longsor sepanjang 40 meter dengan kedalaman 7 meter tersebut terjadi akibat tingginya intensitas hujan.

TANGERANG – Masyarakat diingatkan untuk waspada karena mayoritas wilayah Tangerang Raya berpotensi terjadi bencana akibat hujan deras. Peringatan ini datang dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Tangerang Raya mulai dari bagian barat, tengah, hingga timur agar waspada karena potensi terjadi bencana alam akibat hujan deras,” tandas Ketua Tim Geofisika BMKG Wilayah II Tangerang Selatan, Sutiyono,Rabu.

Berdasarkan laporan hasil analisis BMKG, disebutkan wilayah yang harus waspada terhadap dampak hujan deras antara lain Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang dengan potensi curah hujan bervolume 66,68 milimeter per hari.

Sutiyono menambahkan, BMKG telah melakukan monitoring hingga pengecekan lokasi bencana tanah longsor di Desa Karang Tengah, Kecamatan Pagedangan yang terjadi Selasa (5/11) lalu.

Dari hasil pemantauannya, disimpulkan berpotensi kembali terjadi pergerakan tanah akibat cuaca hujan.

“Saya sudah sampaikan ke pengembang untuk hati-hati bisa kembali terjadi pergerakan. Masyarakat juga agar tidak mendekati tanah yang retak karena khawatir ambrol,” katanya.

Dilihat dari kondisi pergeseran tanah, dia menduga bahwa longsor tersebut terjadi akibat adanya pembangunan tandon atau penampungan air di samping bahu jalan yang dilakukan pengembang perumahan Villa Insani.

“Kalau dilihat dari posisi, ada dua kolam. Sedangkan penampungan air pembuangannya kecil. Apalagi di sampingnya ada tebing. Ini menjadi beban yang mengakibatkan longsor,” jelasnya.

Terjunkan Tim

Untuk meneliti lebih lanjut pergerakan tanah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menyiapkan tim teknis untuk diterjunkan ke lokasi guna meneliti penyebab bencana tanah longsor.

Kepala Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kabupaten Tangerang, Hendri Gunawan, menyampaikan bahwa langkah awal untuk meneliti dilakukan pengecekan langsung kondisi lokasi bencana.

“Kami akan mendatangkan tim ahli dari ITB untuk meneliti. Kami juga akan menangani darurat dulu biar tidak terjadi longsor lagi,” jelasnya.

Hendri mengungkapkan upaya penelitian perlu untuk mengetahui penyebab dan kondisi tanah. Sebab selama ini sering terjadi longsor saat musim hujan, bahkan saat ini masih terjadi pergerakan tanah.

Dia juga akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai karena ini juga kewenangan mereka terkait sungai. Hendri menyampaikan dari hasil peninjauan di lapangan ada kerusakan akibat bencana tanah longsor seperti infrastruktur jalan, rumah dan fasilitas masyarakat sekitar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
DPR RI Ingatkan Pariwisata ...
Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.