Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Alasan Kanada Ingin Lebih Banyak Wisatawan Mancanegara Berkunjung

📅 Sabtu, 02 Nov 2024, 10:05 WIB | Oleh:

"Kami sudah terjual habis untuk musim panas mendatang. Tantangannya adalah tidak banyak orang yang bisa mengunjungi Jasper sampai semua hotel dibangun kembali, dan kami tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan," tambahnya.

Masalah besar lainnya bagi sektor pariwisata Kanada adalah penurunan jumlah pengunjung Tiongkok. Hubungan antara kedua negara telah penuh dengan ketegangan sejak pertikaian diplomatik pada tahun 2018.

Pada tahun itu, kepala keuangan perusahaan telekomunikasi Tiongkok, Huawei, ditangkap di Kanada sebagai tanggapan atas surat perintah dari Amerika Serikat. Tiongkok merespons dengan menahan dua warga negara Kanada yang tinggal di Tiongkok atas tuduhan mata-mata. Ketiganya baru dibebaskan pada tahun 2021.

Beberapa analis mengatakan bahwa deretan kasus ini adalah alasan utama mengapa, setelah pandemi Covid-19, Tiongkok masih belum memasukkan Kanada kembali ke dalam daftar negara yang disetujui untuk dikunjungi oleh warga negara Tiongkok.

James Griffiths, koresponden Asia untuk surat kabar Kanada Globe & Mail, mengatakan bahwa pembekuan hubungan bilateral antara Tiongkok dan Kanada masih belum benar-benar pulih. Ia juga menunjuk pada dampak invasi Rusia ke Ukraina, yang berarti bahwa maskapai-maskapai penerbangan Barat tidak dapat lagi terbang melalui wilayah udara Rusia.

"Banyak maskapai penerbangan Amerika Utara dan Eropa yang benar-benar kesulitan dengan rute ke Tiongkok karena mereka tidak dapat terbang melalui Rusia atau melewati Rusia, dan dengan menghindari Rusia, Anda menambah waktu penerbangan sekitar tiga jam, yang lebih mahal bagi maskapai dan memberatkan penumpang," tuturnya.

Menteri Pariwisata Kanada, Soraya Martinez Ferrada, adalah politisi yang bertanggung jawab untuk mendatangkan lebih banyak turis ke negaranya. Ia mengatakan, ingin para turis tinggal lebih lama dan menghabiskan lebih banyak uang. Ketika ditanya tentang penurunan jumlah pengunjung dari Tiongkok, ia mengatakan bahwa Kanada berfokus pada pasar terbesarnya, Eropa dan Amerika Serikat.

"Meskipun dengan pengunjung dari Tiongkok, kami melihat bahwa Kanada masih menarik bagi mereka," kata Martinez Ferrada.

Mengatasi perubahan iklim adalah salah satu prioritas pemerintah, yang diakui oleh Martinez Ferrada sebagai "ancaman eksistensial bagi pariwisata Kanada". Namun Kanada, kata dia, adalah negara yang besar, dan "bukan seluruh negara yang terbakar".

"Kami harus memastikan para wisatawan memahami bahwa mungkin ada ancaman terkait perubahan iklim, namun ada begitu banyak tempat lain yang bisa dijelajahi yang tidak terdampak," imbuhnya.

Mengenai kekurangan staf yang menghambat perusahaan seperti Wiikwemkoong Tourism, ia mengakui perlu melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam mempromosikan sektor ini dan peluang karier yang kita miliki.

"Memiliki keterampilan dan pelatihan untuk melakukan hal tersebut, saya pikir itu penting," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
PDIP Jatim Bidik Kursi Gube...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.