Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Presiden Minta Kementan Percepat Pelaksanaan Program Cetak Sawah

📅 Selasa, 29 Okt 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Presiden Minta Kementan Percepat Pelaksanaan Program Cetak Sawah Doc: ISTIMEWA
Ket. Presiden Prabowo Subianto

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menugaskan jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mempercepat pelaksanaan program cetak sawah tiga juta hektare sebagai upaya ketahanan sekaligus swasembada pangan.

"Kami ditugaskan oleh Presiden Prabowo untuk melakukan percepatan cetak sawah yang saat ini posisi di Merauke, sudah kami mulai. Kalimantan Tengah kami sudah mulai," ujar Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, usai rapat dengan Presiden Prabowo, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/10).

Seperti dikutip dari Antara, Mentan mengatakan dalam waktu dekat, program cetak sawah akan dilakukan juga di Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, dan lainnya. Selanjutnya, pemerintah juga akan terus memberikan perhatian kepada petani dari segi hulu, yaitu terkait sarana produksi termasuk pupuk.

"Presiden Prabowo sudah memerintahkan mengecek tambahan pupuk itu 100 persen, yang dulu itu dicek apa benar sudah sampai ke tingkat petani. Kemudian optimalisasi lahan, kami tindaklanjuti, dan seterusnya," ujar Mentan.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, menambahkan, pemerintah menargetkan program cetak sawah meliputi lahan seluas tiga juta hektare dalam 3-4 tahun ke depan.

Menjadi Kebutuhan

Menurut Sudaryono, program cetak sawah menjadi kebutuhan karena penduduk Indonesia terus bertambah, sementara sawah tidak pernah bertambah.

"Mau tidak mau, suka tidak suka, harus cetak. Bukan hanya untuk kebutuhan tahun ini, besok, lusa, minggu depan, bulan depan, bukan. Tapi, ini untuk beberapa dekade ke depan," ujar Wamentan.

Pemerintah memperkirakan tiga juta hektare sawah baru, bisa menjamin generasi bangsa hingga 80 tahun ke depan, dengan eksponensial penambahan penduduk dan kebutuhan konsumsi pangan nasional.

Lebih jauh, terkait dengan status kepemilikan lahan yang akan diberlakukan program cetak sawah, Sudaryono menyampaikan lahan bisa milik pemerintah atau perorangan. Intinya, pemerintah segera melakukan program cetak sawah.

"Nanti tinggal kami atur skema. Jadi, bukan kok terus kami datang ke hutan lindung, hutan apa, main tebang-tebang. Maksud saya, ini supaya nggak misleading," ujarnya.

Wamentan menekankan lahan yang digunakan sifatnya merupakan lahan rawa, yang sudah sekian lama tidak pernah termanfaatkan. "Kita manfaatkan, drainasenya kita perbaiki, airnya kita alirkan. Kemudian, keasamannya kita netralisir sehingga lahan-lahan itu bisa ditanami," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Para Kader Posyandu Tangera...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

44 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...

Pembangunan SDM, Sekolah-sekolah di Tangsel Bersifat Inklusif

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.