Kekaisaran Gupta, Zaman Keemasan India
📅 Selasa, 29 Okt 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoSamudragupta sangat memperhatikan rajdharma (tugas seorang raja) dan sangat berhati-hati dalam mengikuti Arthashastra (risalah ekonomi, sosial, dan politik yang berisi instruksi jelas tentang bagaimana sebuah monarki harus diperintah) karya Kautilya (350-275 SM). Ia menyumbangkan sejumlah besar uang untuk berbagai tujuan filantropis, termasuk untuk meningkatkan pendidikan.
Selain menjadi raja yang berani dan administrator yang cakap, ia adalah seorang penyair dan musisi. Banyaknya koin emas yang diedarkannya menunjukkan bakatnya yang beragam. Sebuah prasasti, yang mungkin dipesan oleh raja-raja Gupta berikutnya, yang dikenal sebagai Pilar Allahabad yang menggambarkan kualitas kemanusiaannya.
Samudragupta juga percaya pada upaya meningkatkan niat baik di antara berbagai komunitas agama. Misalnya, ia memberi Meghavarna, raja Ceylon, izin dan dukungan untuk pembangunan sebuah biara di Bodh Gaya.
Perebutan kekuasaan yang singkat tampaknya terjadi setelah pemerintahan Samudragupta. Putra sulungnya Ramagupta menjadi raja Gupta berikutnya. Hal ini dicatat oleh penulis Sansekerta abad ke-7 Masehi, Banbhatta, dalam karya biografinya, Harshacharita. Apa yang terjadi selanjutnya merupakan bagian dari drama Devi Chandra Guptam karya penyair dan penulis naskah Sansekerta Visakh Dutta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut cerita, Ramagupta segera dikalahkan oleh raja Scythia dari Mathura. Namun, selain kerajaan itu sendiri, raja Skithia juga tertarik pada Ratu Dhruvadevi yang juga seorang sarjana terkenal. Untuk menjaga perdamaian, Ramagupta menyerahkan Dhruvadevi kepada lawannya.
Saat itulah adik Ramagupta, Chandragupta II, bersama beberapa ajudan dekatnya, pergi menemui musuh dengan menyamar. Ia menyelamatkan Dhruvadevi dan membunuh raja Skithia. Dhruvadevi secara terbuka mengutuk suaminya atas perilakunya. Akhirnya, Ramagupta dibunuh oleh Chandragupta II yang juga menikahi Dhruvadevi beberapa waktu kemudian. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!