Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kim Jong-un Tolak Reunifikasi dengan Negara Asing

24 Sabtu, 19 Okt 2024, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kim Jong-un Tolak Reunifikasi dengan Negara Asing Kim Jong-un Tolak Reunifikasi dengan Negara Asing Doc: AFP/KCNA VIA KNS
Ket. Kunjungi Pasukan l Pemimpin Korut, Kim Jong-un (tengah) saat mengunjungi pasukan Tentara Rakyat Korea yang berada di garis depan pada Kamis (17/10). Pada kunjungan ini, Kim Jong-un menegaskan bahwa Korsel adalah negara asing dan oleh karenanya Korut menolak gagasan reunifikasi dengan ­Korsel.

SEOUL - Pemimpin Kim Jong-un mengatakan kepada tentara Korea Utara (Korut) bahwa Korea Selatan (Korsel) adalah negara asing dan oleh karena itu maka ia menolak reunifikasi, media pemerintah melaporkan pada Jumat (18/10), saat Seoul mengecam meningkatnya dukungan Pyongyang, termasuk pengerahan pasukan, untuk perang Russia di Ukraina.

Meskipun secara resmi masih berperang, kedua Korea telah lama mendefinisikan hubungan sebagai hubungan khusus, bukan hubungan antarnegara, dengan tujuan untuk penyatuan kembali pada akhirnya.

Namun hal itu berubah pekan ini, setelah Korut mengubah konstitusinya untuk mendefinisikan Korsel sebagai negara yang bermusuhan dan meledakkan jalan raya dan jalur kereta yang pernah menghubungkan kedua negara.

"Tentara kita harus mengingat sekali lagi fakta pahit bahwa Korsel adalah negara asing dan negara yang tampaknya bermusuhan," kata Kim Jong-un kepada korps ke-2 Tentara Rakyat Korea, lapor kantor beritaKCNA.

"Dihancurkannya jalan raya dan rel kereta pekan ini berarti berakhirnya hubungan jahat dengan Seoul," kata Kim seraya menambahkan bahwa Korut telah melakukan penghapusan total gagasan reunifikasi yang tidak masuk akal.

"Jika konflik meletus, tentara Korut harus ingat bahwa mereka bertempur melawan negara musuh, bukan melawan rekan senegaranya," imbuh Kim.

Saat hubungan dengan Korsel dan sekutunya, Amerika Serikat (AS) memanas, Korut semakin dekat dengan Russia, bahkan Presiden Vladimir Putin melakukan kunjungan langka ke Pyongyang pada Juni lalu ketika kedua negara meneken perjanjian pertahanan bersama.

Korsel telah lama menuduh Korut mengirimkan senjata ke Russia yang akan melanggar serangkaian sanksi PBB terhadap kedua negara dan pada Jumat, Presiden Korsel, Yoon Suk-yeol telah memimpin pertemuan darurat untuk membahas hubungan Korut dan Russia negara yang semakin dalam.

"Hubungan militer yang erat antara Russia dan Korut, yang melampaui transfer pasokan militer hingga pengerahan pasukan yang sebenarnya, menimbulkan ancaman keamanan yang signifikan tidak hanya bagi negara kita, tetapi juga bagi masyarakat internasional," kata kantor presiden dalam sebuah pernyataan.

Pengiriman Pasukan

Sementara itu pada Kamis (17/10) lalu, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengatakan bahwa ia memiliki laporan intelijen yang mengatakan Korut sedang melatih 10.000 tentaranya untuk mendukung Russia dalam pertempurannya melawan Kyiv.

Korut memiliki kepentingan tersendiri dalam mengirim pasukan untuk berperang di Ukraina, Hong Sung-pyo, peneliti senior di Institut Korea untuk Urusan Militer, mengatakan kepadaAFP.

"Pihak Utara kemungkinan besar melihat Ukraina sebagai konflik yang darinya mereka dapat memperoleh informasi intelijen berharga dengan berpartisipasi, bahkan jika ini berarti mempertaruhkan nyawa warga negaranya sendiri," ucap Hong.

Selama lawatannya ke unit pasukan garis depan pada Kamis, Kim Jong-un terlihat sedang memeriksa dokumen-dokumen penting termasuk peta besar, yang konon menunjukkan Seoul, saat ia membahas rencana pertempuran dengan para pejabat tinggi.

Di lain hal, militer Korsel pada Selasa (15/10) lalu merilis rekaman video yang menunjukkan tentara Korut meledakkan jalan raya dan rel kereta, dan Seoul kemudian mengatakan Pyongyang tampaknya telah menggunakan rekaman itu di media pemerintah.

Kim Yo-jong, saudara perempuan pemimpin Korut dan juru bicara utama rezim mengatakan gambar yang dimaksud adalah tangkapan layar dari salah satu klip video yang dirilis oleh kantor berita media asing. Semua media asing yang berbasis di Seoul menerima rekaman tersebut dari militer Korsel.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...

Kemnaker Imbau Pekerja Waspadai Penipuan BSU 2026.

53 menit yang lalu | Yebdi Trismar

Nasional
Kemnaker Imbau Pekerja Wasp...

LA Lakers Bangkit Kalahkan LA Clippers

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
LA Lakers Bangkit Kalahkan ...
Olahraga
Janice Tjen Juarai Ganda Pu...
Ekonomi
Sebanyak 60 UMKM Ramaikan F...
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.