ASUS Perkenalkan Laptop untuk Kreator Profesional Berbasis 'AI'
Sabtu, 24 Okt 2026, 20:55 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: RRI/Saadatuddaraen
TANGERANG - ASUS Indonesia menghadirkan dua laptop untuk kreator profesional yang ingin menjalankan model kecerdasan buatan (AI) generatif secara lokal. Keduanya adalah ASUS ProArt P14 (H7407BA) dan ProArt P16 (H7607BA) dengan chip NVIDIA RTX Spark.
Country Manager ASUS Indonesia, Lenny Lin, mengatakan ProArt P14 memiliki Unified Memory 64 GB, sedangkan ProArt P16 dibekali memori 128 GB. Keduanya dirancang untuk menjalankan model AI langsung di laptop tanpa harus bergantung pada koneksi internet.
Sebelum peluncuran, ASUS Indonesia menguji ProArt P14 dengan menjalankan model AI generatif melalui ComfyUI Desktop secara lokal. Penggunaan ini dinilai relevan bagi agensi kreatif, rumah produksi, dan seniman 3D yang perlu menjaga kerahasiaan materi klien.
“ASUS ProArt P14 dan P16 bukan sekadar laptop kreator biasanya. Melainkan pusat komputasi AI lokal yang membebaskan para kreator dari batasan konektivitas dan kekhawatiran privasi,” kata Lenny.
Dari sisi layar, kedua laptop menggunakan layar sentuh ASUS Lumina Pro OLED dengan refresh rate 120 Hz. ProArt P14 memiliki layar 14 inci beresolusi 2.8K, sedangkan ProArt P16 menggunakan layar 16 inci beresolusi UHD+.
Sebaiknya Anda baca juga:
Layar tersebut tervalidasi PANTONE, mencakup 100 persen ruang warna DCI-P3, serta mampu menampilkan 1,07 miliar warna. Sertifikasi VESA CERTIFIED DisplayHDR True Black 1000 tersedia pada ProArt P14, sedangkan ProArt P16 memiliki sertifikasi True Black 1400.
Keduanya menggunakan prosesor NVIDIA RTX Spark N1X yang menggabungkan GPU Blackwell RTX 6.144 core dan CPU Grace 20 core. ASUS menyebut performa AI perangkat tersebut mencapai satu petaflop pada jalur FP4.
Dalam pengujian internal, ASUS menjalankan Qwen Image 2.1 dengan kuantisasi INT8 melalui ComfyUI Desktop. Hal ini untuk mengubah foto produk menjadi adegan sinematik beresolusi 1.024 piksel dengan 40 langkah pemrosesan.
Pengujian tersebut mencatat penggunaan memori GPU puncak 19,8 GB, utilisasi GPU 100 persen. Bahkan, suhu GPU 68 derajat Celsius.
Pengujian lainnya menggunakan MiniMax H3 dengan kuantisasi INT8 untuk mengubah foto menjadi video berdurasi lima detik lengkap dengan audio. Proses tersebut membutuhkan waktu lima menit 54 detik dengan penggunaan memori GPU puncak 28,1 GB.
ASUS menyatakan model AI yang membutuhkan memori puluhan gigabita dapat dijalankan menggunakan Unified Memory. Dengan pemrosesan lokal, berkas sumber dapat tetap berada di laptop tanpa perlu diunggah ke layanan cloud.
Selain ComfyUI Desktop, ASUS menguji Hermes Agent dengan model bahasa lokal untuk membantu pekerjaan kreatif. Aplikasi tersebut dapat membaca folder proyek, merangkum brief klien, serta menyiapkan draf naskah atau caption dalam berkas baru.
Namun, ComfyUI Desktop, Hermes Agent, dan model AI yang digunakan tidak terpasang secara bawaan. Pengguna perlu mengunduh dan mengonfigurasinya sesuai kebutuhan.
ASUS juga menyebut dukungan CUDA dapat dimanfaatkan untuk berbagai pekerjaan kreatif, termasuk pengolahan video beresolusi 8K melalui DaVinci Resolve Studio. Perusahaan menyatakan kombinasi CUDA Core dan Unified Memory membantu mempercepat proses kerja kreator profesional. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!