Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Setkab: Hutan Mangrove Belitung Masih Terjaga Kelestariannya

📅 Rabu, 16 Okt 2024, 17:42 WIB | Oleh:
Setkab: Hutan Mangrove Belitung Masih Terjaga Kelestariannya Doc: ANTARA/Kasmono/Apriliansyah
Ket. Kawasan Belitung Mangrove Park Hkm Seberang Bersatu, Desa Juru Seberang.

TANJUNG PANDAN - Kepala Bidang Kehutanan di Asisten Deputi Bidang Kelautan, Perikanan, dan Kehutanan Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, Charolinda menilai kondisi tutupan hutan mangrove di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, masih terjaga kelestariannya.

"Berdasarkan data dari peta mangrove nasional, tutupan mangrove di Belitung masih terjaga kelestarian atau masih banyak yang bagus," katanya dalam acara kunjungan lapangan terkait pelaksanaan program rehabilitasi mangrove di Hkm Seberang Bersatu, Tanjung Pandan, Rabu.

Menurut dia, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masuk daftar sembilan provinsi prioritas program rehabilitasi mangrove sesuai Perpres Nomor 120 Tahun 2020 tentang Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM).

"Akan tetapi masih ditemukan kondisi hutan mangrove yang memiliki kerapatan jarang," kata dia.

Ia mengatakan, kondisi ekosistem mangrove memang dinilai dari sisi kerapatan baik yang rapat, sedang, dan jarang atau kritis.

"Apabila kerapatan bagus tentu tidak kami rehabilitasi, namun tetap kami pertahankan kalau mangrove yang kerapatannya jarang atau kritis kami lakukan rehabilitasi," ujarnya.

Ia mengatakan, rehabilitasi mangrove tersebut dilakukan oleh sejumlah pihak terkait mulai dari Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan TNI/Polri.

"Belitung itu memiliki potensi lahan yang bisa ditanami mangrove baik dari tambang, mangrove yang abrasi, tanah timbun. Belitung ada potensi ini ke depannya kita harapkan lahan-lahan itu ditanami mangrove," katanya.

Disampaikan, meskipun di sisi lain Belitung memiliki tantangan dalam hal pelestarian mangrove akibat maraknya aktivitas penambangan bijih timah ilegal yang merambah kawasan hutan mangrove.

Oleh karena itu, kata dia, memang dibutuhkan kolaborasi dan koordinasi karena aparat penegak hukum juga tidak bisa bertindak sendiri tanpa adanya laporan dari masyarakat.

"Butuh pengawasan dari masyarakat sehingga bisa melakukan penindakan kalau sekiranya itu melanggar aturan," ujarnya.*

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.