Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Korea Utara Kecam Peluncuran 'Drone' Korea Selatan

📅 Senin, 14 Okt 2024, 02:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Korea Utara Kecam Peluncuran 'Drone' Korea Selatan Doc: AFP/Jung Yeon-je
Ket. “Drone” Korsel l ­Sejumlah drone pengintai Korsel dipamerkan dalam parade militer di Pangkalan Udara Seongnam pada 1 Oktober lalu. Pada Jumat (11/10) lalu, Korut menuding bahwa Korsel telah mengirimkan drone yang membawa selebaran propaganda ke wilayah udara Pyongyang.

SEOUL - Adik perempuan pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, pada Sabtu (12/10) memperingatkan bahwa Korea Selatan (Korsel) akan menghadapi bencana mengerikan jika pesawat tanpa awaknya mencapai Pyongyang lagi, sehari setelah menuduh Korsel meluncurkan drone ke ibu kota Korut.

Peringatan itu diungkapkan setelah pada Jumat (11/10), Korut mengatakan bahwa Korsel telah mengirim pesawat tak berawak yang membawa selebaran propaganda ke wilayah udara Pyongyang pada 3 Oktober, dan kemudian lagi pada 9 Oktober dan 10 Oktober pekan ini.

Menteri Pertahanan Korsel, Kim Yong-hyun, awalnya membantah klaim tersebut, tetapi Kepala Staf Gabungan (JCS) kemudian mengubah klaim tersebut dengan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka tidak dapat memastikan apakah tuduhan Korut itu benar atau tidak.

Kim Yo-jong, saudara perempuan pemimpin Korut dan juru bicara utama rezim, mengatakan penolakan Seoul untuk mengkonfirmasi tuduhan tersebut berarti bahwa pesawat tanpa awak tersebut dikirim oleh "para gangster militer" yang merujuk pada pasukan Seoul.

"Fakta bahwa pesawat tanpa awak adalah alat yang membawa selebaran tersebut merupakan inti dari keseriusan insiden baru-baru ini," kata Kim Yo-jong, mengacu pada selebaran anti-Korut, dalam sebuah pernyataan yang dirilis Sabtu (12/10).

"Momen saat pesawat tanpa awak milik Korsel ditemukan di langit ibu kota kita sekali lagi, tentu akan mengakibatkan bencana yang mengerikan," imbuh dia.

"Drone yang diduga dikirim oleh Korsel telah menyebarkan propaganda antirezim, dan selebaran tersebut dipenuhi dengan rumor yang menghasut dan sampah," lapor kantor berita KCNA pada Jumat (11/10) seraya menggambarkan insiden tersebut sebagai "pelanggaran hukum internasional yang disengaja dan serangan militer yang serius.

Balon GPS

Meskipun ada upaya resmi untuk mencegah mereka melakukannya, aktivis Korsel telah lama menerbangkan balon berisi selebaran propaganda anti-Kim Jong-un dan materi lainnya, termasuk stik USB berisi K-pop dan drama televisi Korsel, yang melintasi perbatasan, dan semua itu diprotes oleh Korut.

Sebagai tanggapan, Korut yang pemerintahnya sangat sensitif terhadap akses rakyatnya terhadap produk budaya pop Korsel, telah meluncurkan lebih dari 6.000 balon pembawa sampah ke arah selatan sejak bulan Mei lalu.

Kantor berita Yonhap pada Minggu (13/10) melaporkan bahwa Korsel menemukan pemancar Sistem Pemosisian Global (GPS) di beberapa balon Korut yang diterbangkan melintasi perbatasan.

"Beberapa balon yang dikumpulkan oleh militer Korsel berisi perangkat transmiter GPS," lapor Yonhap yang mengutip keterangan dari JCS. "Kemungkinan GPS itu merupakan upaya Pyongyang untuk meningkatkan ketepatan upaya membuang sampah dan mengumpulkan data," imbuh Yonhap.

Sedangkan seorang pejabat militer Korsel mengatakan bahwa pihaknya sedang melacak kemungkinan apakah Korut mengembangkan teknologi mengapung dan mempersiapkan untuk situasi darurat.

Hubungan antara kedua Korea berada pada titik terendah dalam beberapa tahun, setelah perjanjian militer yang dimaksudkan untuk mengurangi ketegangan ditangguhkan sepenuhnya akibat insiden balon pada bulan Juni.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

50 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.