Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Filipina Serukan Urgensi Negosiasi Kode Etik LTS

📅 Senin, 14 Okt 2024, 02:50 WIB | Oleh:
Filipina Serukan Urgensi Negosiasi Kode Etik LTS Doc: AFP/NHAC NGUYEN
Ket. Presiden Filipina, Ferdinand marcos Jr

VIENTIANE - Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, pada pertemuan puncak regional Asean pada akhir pekan lalu mendesak para pemimpin Asia tenggara dan Tiongkok untuk segera mempercepat negosiasi mengenai tata perilaku Laut Tiongkok Selatan, sembari menuduh Beijing melakukan pelecehan dan intimidasi.

Berbicara di Laos kepada para pemimpin Asean dan Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang, Presiden Marcos Jr mengatakan kemajuan substantif diperlukan dan semua pihak harus sungguh-sungguh terbuka untuk mengelola perbedaan secara serius dan mengurangi ketegangan.

Tiongkok dan Filipina telah berselisih pendapat mengenai serangkaian konfrontasi di dekat wilayah sengketa di LTS dengan Manila menuduh Penjaga Pantai Tiongkok melakukan agresi, sementara Beijing geram atas apa yang disebutnya sebagai provokasi berulang dan serangan teritorial.

Perselisihan tersebut sangat sengit dan telah meningkatkan kekhawatiran regional tentang eskalasi yang pada akhirnya dapat melibatkan Amerika Serikat (AS), yang memiliki perjanjian pertahanan tahun 1951 yang mengikatnya untuk membela Filipina jika diserang.

"Harus ada urgensi yang lebih besar dalam laju negosiasi kode etik Asean-Tiongkok. Sangat disayangkan bahwa situasi keseluruhan di LTS tetap tegang dan tidak berubah padahal negara kami terus menjadi sasaran pelecehan dan intimidasi," kata Presiden Marcos Jr.

"Ada lebih dari separuh dari 10 negara anggota Asean menawarkan beberapa bentuk bantuan kepada Filipina di tengah agresi berkelanjutan Tiongkok di LTS. Tawaran-tawaran ini mencakup kemungkinan latihan bersama dan diskusi lanjutan tentang cara menjaga perdamaian di LTS yang disengketakan dengan sengit, yang juga diklaim oleh negara-negara anggota Asean lainnya" imbuh dia.

"Kami memanfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk memperjelas posisi Filipina. Tujuan kami adalah mengelola situasi sehingga tidak terjadi konflik, tidak meletus menjadi konfrontasi yang lebih panas," kata Presiden Marcos Jr.

Berdasarkan peta lamanya, Tiongkok mengklaim kedaulatan atas hampir seluruh LTS dan telah mengerahkan armada penjaga pantai jauh ke dalam Asia tenggara, termasuk zona ekonomi eksklusif Malaysia, Brunei, Filipina, dan Vietnam. ST/Inquirer/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Megapolitan
Terdampak Kekeringan, Pemka...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.