Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BRIN Ungkap Teknologi Riset Antariksa Indonesia di Forum Dunia

📅 Senin, 14 Okt 2024, 11:49 WIB | Oleh: Tim Penulis
BRIN Ungkap Teknologi Riset Antariksa Indonesia di Forum Dunia Doc: ANTARA/HO-BRIN
Ket. Tangkapan layar Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN Johan Muhamad dalam sebuah dialog berjudul Riset Matahari dan Aktivitasnya yang dipantau melalui kanal Youtube BRIN Indonesia di Jakarta, Jumat (15/3/2024).

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan teknologi riset antariksa yang dimiliki oleh Indonesia dalam gelaran Asia-Oceania Space Weather Alliance (AOSWA) Meeting yang digelar di Thailand, beberapa waktu lalu.
Dalam gelaran tersebut, Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Johan Muhamad memaparkan riset berjudul "Solar Activities Forecast System in Indonesia: Models and Tools", yang membahas bagaimana pemantauan dan prakiraan kondisi cuaca antariksa yang dilakukan di Indonesia.

"Kami mencoba mengembangkan model dan tools yang tepat di Indonesia untuk monitoring aktivitas matahari," kata Johan melalui keterangan di Jakarta, Senin (14/10).

Johan memaparkan BRIN telah membangun suatu sistem platform web base yang menyajikan informasi dan prediksi cuaca antariksa (space weather) harian, yang dikenal dengan nama SWIFtS atau Space Weather Information and Forecast Services.

"Melalui sistem ini, dapat diketahui informasi data prediksi harian cuaca antariksa terkini dengan prediksi 24 jam ke depan, mulai dari aktivitas matahari hingga aktivitas ionosfer dan magnetosfer," jelasnya.

Menurut Johan, riset cuaca antariksa penting untuk dilakukan, karena cuaca antariksa memberikan pengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan manusia.

Adapun kegiatan yang diinisiasi oleh AOSWA ini, kata dia, mendorong kerja sama dan pertukaran informasi dengan lembaga-lembaga yang ada di dalamnya.

"Saya berharap dari kegiatan AOSWA, Indonesia mengetahui perkembangan riset dan teknologi terkait cuaca antariksa di negara-negara lain, khususnya di kawasan Asia dan Oseania, sehingga dapat belajar dan mempercepat peningkatan kapasitas riset antariksa di Indonesia melalui kerja sama," ujarnya.

Kegiatan ini perwakilan negara se-kawasan Asia-Oseania, seperti Jepang, Malaysia, Thailand, Vietnam, Laos, Kamboja, Tiongkok, Taiwan, Korea Selatan, Australia, Amerika Serikat, India, Nepal, dan Sri Lanka.

Dalam gelaran ini, pemaparan hasil riset ilmiah dan perkembangan kemajuan kegiatan terkait cuaca antariksa oleh delegasi dari masing-masing negara tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Pemerintah Perlu Fokus Perc...

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

38 menit yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.