Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Satelit SNAPPY Awali Era Baru Pengamatan Matahari Lewat Partikel Neutrino

📅 Kamis, 09 Jul 2026, 07:17 WIB | Oleh:
Satelit SNAPPY Awali Era Baru Pengamatan Matahari Lewat Partikel Neutrino Doc: Kredit SpaceX
Ket. CubeSat Solar Neutrino Astro-Particle Physics (SNAPPY) sedang dipersiapkan untuk diintegrasikan ke dalam peluncur EXOpod Nova.

SELAMA puluhan tahun, para astronom mengamati Matahari melalui cahaya tampak, sinar-X, gelombang radio, hingga partikel angin Matahari. Namun, ada satu “pembawa pesan” yang jauh lebih istimewa karena berasal langsung dari inti Matahari dan hampir tidak pernah berinteraksi dengan materi: neutrino.

Kini, upaya mempelajari partikel misterius tersebut memasuki babak baru. Sebuah satelit mini atau CubeSat bernama Solar Neutrino Astro-Particle PhYsics (SNAPPY) mulai menguji teknologi pendeteksi neutrino langsung dari orbit Bumi.

Jika eksperimen ini berhasil, para ilmuwan berharap dapat membuka cara baru untuk mempelajari proses fusi nuklir yang menjadi sumber energi Matahari sekaligus memperluas kemampuan manusia dalam mengamati berbagai fenomena kosmik paling ekstrem di alam semesta.

Misi ini menandai langkah awal menuju konsep observatorium neutrino berbasis antariksa, sebuah gagasan yang selama bertahun-tahun hanya berada di atas kertas karena tantangan teknologinya sangat besar.

SNAPPY diluncurkan pada 3 Mei 2026 menggunakan roket Falcon 9 dari Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg, California, dalam misi rideshare yang didukung NASA.

Satelit mungil berukuran hanya 3U CubeSat sekitar sebesar tiga kotak susu yang disusun vertikal dikembangkan oleh tim peneliti Wichita State University bersama kolaborasi Neutrino Solar Orbiting Laboratory (nuSOL).

Berbeda dengan satelit observasi Matahari pada umumnya yang menggunakan teleskop optik atau ultraviolet, SNAPPY membawa misi yang jauh lebih eksperimental. Tujuan utamanya bukan langsung menghasilkan peta neutrino Matahari, melainkan membuktikan bahwa detektor neutrino dapat bekerja secara stabil di lingkungan luar angkasa yang penuh radiasi dan perubahan suhu ekstrem.

Keberhasilan tahap awal ini akan menjadi fondasi bagi misi yang jauh lebih ambisius pada masa depan, yakni menempatkan observatorium neutrino di orbit yang lebih dekat ke Matahari sehingga dapat memperoleh sinyal yang jauh lebih kuat dibandingkan pengamatan dari Bumi.

Jantung Matahari

Bagi ilmuwan, neutrino sering disebut sebagai “utusan” yang datang langsung dari inti Matahari. Di pusat Matahari, suhu mencapai sekitar 15 juta derajat Celsius. Pada kondisi tersebut, atom hidrogen mengalami reaksi fusi nuklir dan berubah menjadi helium sambil melepaskan energi dalam jumlah sangat besar. Reaksi inilah yang membuat Matahari bersinar dan menjadi sumber kehidupan di Bumi.

Setiap reaksi fusi menghasilkan neutrino. Tidak seperti cahaya yang membutuhkan waktu ribuan hingga ratusan ribu tahun untuk keluar dari bagian dalam Matahari akibat terus-menerus bertumbukan dengan partikel lain, neutrino hampir tidak pernah berinteraksi dengan materi sehingga dapat keluar dari inti Matahari hanya dalam hitungan detik dan melaju menuju Bumi dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya.

Karena itu, neutrino memberikan informasi yang jauh lebih langsung mengenai apa yang sedang terjadi di pusat Matahari. “Jika cahaya memberi tahu kita seperti apa permukaan Matahari, maka neutrino memberi tahu apa yang sedang berlangsung di dapur pembangkit energinya,” demikian analogi yang kerap digunakan para astrofisikawan.

­Mustahil Ditangkap

Meski jumlahnya luar biasa banyak, neutrino merupakan salah satu partikel paling sulit dipelajari. Diperkirakan sekitar 60 hingga 70 miliar neutrino Matahari melewati setiap sentimeter persegi tubuh manusia setiap detik. Triliunan neutrino terus menembus tubuh, bangunan, gunung, bahkan seluruh Bumi tanpa meninggalkan jejak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Gempa M7,1 Jepang: PM Takai...
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...

ASDP Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem Selat Bali, Keselamatan Tetap Prioritas Utama

ASDP Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem Selat Bali, Keselamatan Tetap Prioritas Utama

29 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.