Menanti Data Inflasi, 2 Juni 2026
📅 Selasa, 02 Jun 2026, 08:10 WIB | Oleh: Muchamad IsmailJAKARTA – Pergerakan rupiah diperkirakan cenderung terbatas setelah libur panjang akhir pekan karena pelaku pasar masih menunggu arah baru dari sejumlah data ekonomi domestik. Fokus investor tertuju pada rilis inflasi dan neraca perdagangan yang akan menjadi indikator penting untuk menilai kekuatan fundamental ekonomi Indonesia serta prospek kebijakan moneter ke depan.
Pengamat mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong melihat fokus pelaku pasar akan tertuju pada sejumlah data ekonomi domestik yang akan dirilis, terutama data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia. Karenanya, Lukman memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbanak, Selasa (2/6), bergerak di kisaran 17.750-17.850 rupiah per dollar AS dengan peluang pelemahan masih terbuka.
Seperti diketahui, kurs rupiah terhadap dollar AS sepanjang tahun ini per 29 Mei lalu melemah 1.110 poin atau sekitar 6,62 persen dari level pada akhir tahun lalu di posisi Rp16.771 per dollar AS. Pada penutupan perdagangan, Jumat (29/5), nilai tukar rupiah melemah 35 poin atau 0,20 persen dari Selasa (26/5), jadi Rp17.881 per dollar AS. Angka ini menjadi rekor terburuk dan melampaui target pemerintah di level Rp16.500 per dollar AS.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan ini disebabkan harga minyak yang sangat fluktuatif. “Harga minyak tetap sangat fluktuatif dalam beberapa sesi terakhir karena pasar bereaksi terhadap berita utama yang saling bertentangan seputar negosiasi gencatan senjata,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta.
Untuk diketahui, sentimen pasar sempat membaik pasca muncul laporan bahwa Washington dan Teheran telah mencapai draf kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari, sementara negosiasi terus berlanjut mengenai program nuklir Iran dan isu-isu keamanan regional. Prospek gencatan senjata ini mengurangi kekhawatiran atas kekurangan pasokan langsung dan mendukung harapan bahwa aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz dapat secara bertahap kembali normal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!