Pj. Gubernur Adhy Apresiasi Para Ujung Tombak Penanggulangan Masalah Sosial
📅 Jumat, 11 Okt 2024, 13:53 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SDi akhir, Adhy juga mengungkapkan kesiapan Pemprov Jatim dalam mendukung implementasi seluruh inovasi program kesejahteraan sosial kedepannya sehingga mampu mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia
"Dalam UU, Pemprov adalah perpanjangan tangan Pemerintah Pusat, inilah kami siap melaksanakan tugas - tugas yang menjadi kewenangan Pemerintah Pusat di bidang sosial," pungkasnya.
Sementara itu, Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf memuji kemampuan dan keahlian Pj. Gubernur Adhy yang telah berkecimpung cukup lama di Kementerian Sosial sebelum menjabat sebagai Pj Gubernur Jatim.
"Pak Adhy ini pakarnya di Kemensos, maka saya ingin belajar langsung dengan beliau," puji Saifullah.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kerja kemensos tentu didalamnya adalah pilar - pilar sosial yang malam ini hadir. Tentu banyak prestasi yang dicatat sebagai sebuah legacy yang akan kita tingkatkan di masa yang akan datang. Dengan modal itu, kita lakukan inovasi, koreksi dan evaluasi sambil membuat sesuatu yang baru sebagai bagian dari mempercepat kesejahteraan sosial," ujarnya.
Pria yang sering disapa sebagai Gus ini menyebutkan akan banyak tantangan yang akan dijumpai, namun yang perlu digaris bawahi adalah semua orang harus mendapatkan perlindungan dan jaminan sosial dimana kebutuhan dasar terjamin dan diberdayakan.
"Kita akan konsolidasi ke dalam secara menyeluruh termasuk pilar sosial agar lebih bisa menjalankan tugas dengan efektif agar target kita untuk penurunan kemiskinan sesuai target, kemudian juga terpenuhinya perlindungan sosial sepanjang hayat," jelasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kita berterima kasih kepada Pemprov Jatim yang memberikan dukungan lewat berbagai insentif kepada pilar - pilar sosial maupun juga kepada keluarga penerima manfaat atau PKH Plus," tutupnya.
Sedangkan Malik dari Bapenas RI menyatakan pentingnya peran pendamping dalam pilar - pilar sosial sebagai fasilitator dan perantara bagi masyarakat dalam menyelesaikan berbagai permasalahan sosial.
"Salah satu kuncinya adalah pendamping. Tidak akan ada masyarakat yang bisa "naik kelas" (mandiri) jika tidak ada Bapak Ibu disini," kata Malik.
"Kedepan, kita harus bisa entaskan kemiskinan. PKH adalah untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat atau bisa mengidentifikasi kebutuhannya apa untuk bisa mandiri," jelasnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Sosial Restu Novi Widiani mengatakan latar belakang dialog ini harapannya adalah sukacita menyambut kedatangan Menteri Sosial yang baru serta refleksi dan sinkronisasi program prioritas dari Kemensos sampai Kab/ Kota di Jatim sesuai dengan tagline Ulang Tahun Pemprov Jatim.
"Bersama bersatu untuk Jatim Maju. Mari mulai sekarang titik nol Kemensos, Provinsi sampai dengan Kab/ Kota bersama bersatu untuk Jatim Maju," ungkap Restu Novi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!