Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jakarta Diharap Lanjutkan Bangun Infrastruktur

📅 Rabu, 09 Okt 2024, 01:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jakarta Diharap Lanjutkan Bangun Infrastruktur Doc: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri
Ket. Penjabat Gubernur Provinsi DKI Jakarta Heru Budi Hartono dalam Peluncuran Buku Pertama dalam Seri Delapan Buku Berjudul “Jakarta’s Path to Top 20 Global City, Book 1: Jakarta’s Profile for Global Competitiveness, di Jakarta Pusat, Selasa (8/10).

JAKARTA - Untuk bisa menuju kota global dan bersaing dengan mondial, Jakarta harus terus membangun infrastruktur. "Jakarta jangan berhenti membangun infrastruktur untuk mewujudkan kota global," tandas Penjabat Gubernur Provinsi Jakarta, Heru Budi Hartono, Selasa (8/10).

Dia menginformasikan, Jakarta tahun lalu menempati posisi 74. Dia berharap dapat mencapai nomor 50-40, bahkan nomor 20. Target tersebut dapat ditempuh antara lain fokus kepada transportasi, UMKM, IT, AI dan perbankan.

Hal itu disampaikan Heru usai menghadiri peluncuran pertama buku dalam delapan seri. Buku berjudul "Jakarta's Path to Top 20 Global City, Book 1: Jakarta's Profile for Global Competitiveness."

Heru juga menyampaikan, sejak awal menjabat pun telah minta arah pembangunan Jakarta untuk fokus persaingan kota besar demi menjadikan Jakarta kota global. Dengan telah diluncurkannya buku tersebut, maka para kepala dinas bisa menjadikannya sebagai kisi-kisi untuk membangun Jakarta.

Semua sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah. Semuanya ada 8 buku berisi konsep Jakarta ke depan. "Kisi-kisinya untuk para kepala dinas membangun Jakarta," kata Heru.

Jika di dalam sebuah perjalanan Jakarta menghadapi yang tak terduga, konsep dalam buku pun bisa tetap dijalankan. Konsep-konsepnya saling berhubungan, sehingga tetap dapat dilaksanakan.

"Kapan pun tetap bisa menjadi referensi pembangunan Jakarta ke depan Kalau ada kendala, mungkin waktunya mundur," tutur Heru.

Konsep Rusun

Isu lain yang disinggung Heru adalah konsep rumah susun (rusun). Menurutnya, ini harus dibenahi untuk Jakarta kota global.
"Pembangunan rusun itu baik. Tetapi konsep 30 tahun lalu, 25 tahun lalu harus ditinggalkan. Rusun itu untuk membangun masyarakat supaya ekonominya tumbuh," jelasnya.

Karena itu rusun di Jakarta disubsidi berbagai sektor. Masyarakat masuk. Setelah ekonominya meningkat, maka harusnya mereka bisa mencari tempat tinggalnya sendiri. Jadi, rusun bisa ditempati orang lain lagi, bergantian.

Namun, hari ini masyarakat yang sudah mampu, terus saja menempati rusun. Karena itu, Heru berpesan agar Kepala Dinas Perumahan memikirkan masalah ini.

Pada 20 tahun lalu Jakarta menggunakan konsep seperti itu. Mereka yang tidak mampu ditopang listrik murah, air murah, serta bansos sehingga bisa menabung. "Anak-anaknya nanti bisa sekolah dan mendapatkan rumah sendiri yang layak," jelas Heru.

Tapi yang sekarang terjadi, rumah susun itu ditempati sampai seumur hidup. Karena itu, Heru selama dua tahun terakhir melakukan perubahan. Jadi warga, misalnya, di satu kampung ada 10 sampai 20 KK. Mereka bersepakat untuk memberikan bersama-sama lahannya untuk menaikkan bangunan hanya 4 sampai 5 lantai.

Sisa lahannya untuk bersama supaya bisa mendapatkan rumah lain, bisa berdagang. Juga untuk rusun yang dibangun pemerintah. Sebagai contoh di Palmerah dan Tanah Tinggi. Masyarakatnya tidak perlu pindah karena sudah biasa di sini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.