Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Presiden Maladewa Kunjungi India Saat Masalah Ekonomi Melanda

📅 Minggu, 06 Okt 2024, 12:12 WIB | Oleh:
Presiden Maladewa Kunjungi India Saat Masalah Ekonomi Melanda Doc: BBC/X/MEAIndia
Ket. Setelah Mohamed Muizzu (kiri) berkuasa, hubungan antara India dan Maladewa menjadi tegang.

JAKARTA - Presiden Maladewa Mohamed Muizzu diperkirakan akan mencari dana talangan selama kunjungannya ke India minggu ini karena negara kepulauan itu menghadapi krisis ekonomi dengan kekhawatiran gagal bayar utang.

Menurut laporan BBC, ini adalah kunjungan bilateral resmi pertama Muizzu setelah terpilih menjadi presiden akhir tahun lalu menyusul kampanye yang berpusat pada kebijakan 'India keluar', dengan janji akan mengurangi pengaruh Delhi.

Sejak saat itu, hubungan kedua negara menjadi tegang, namun para ahli mengatakan kunjungan tersebut menunjukkan bahwa Maladewa tidak dapat mengabaikan tetangga raksasanya.

Cadangan devisa Maladewa mencapai sekitar $440 juta pada bulan September, cukup untuk satu setengah bulan impor.

Bulan lalu, lembaga global Moody's menurunkan peringkat kredit Maladewa, dengan mengatakan bahwa "risiko gagal bayar telah meningkat secara material".

Dana talangan India akan memperkuat cadangan mata uang asing negara tersebut.

Sebelum mengunjungi India, Muizzu memilih untuk pergi ke Turki dan Tiongkok - kunjungannya ke Tiongkok pada bulan Januari dianggap sebagai penghinaan diplomatik tingkat tinggi terhadap Delhi karena para pemimpin Maladewa sebelumnya pertama kali akan mengunjungi Delhi lebih dulu setelah terpilih. Sekitar waktu yang sama, kontroversi muncul di India setelah tiga pejabat Maladewa melontarkan komentar yang merendahkan tentang Perdana Menteri Narendra Modi.

"Kunjungan Presiden Muizzu merupakan perubahan haluan dalam beberapa hal," kata Azim Zahir, seorang analis Maladewa dan dosen di Universitas Australia Barat.

"Yang paling menonjol, kunjungan ini merupakan perwujudan betapa bergantungnya Maladewa pada India, ketergantungan yang tidak akan mudah dipenuhi oleh negara lain," katanya.

Maladewa terdiri dari sekitar 1.200 pulau karang dan atol yang terletak di tengah Samudra Hindia. Kepulauan ini berpenduduk sekitar 520.000 jiwa, dibandingkan dengan India yang berpenduduk 1,4 miliar jiwa.

Sebagai negara kepulauan kecil, Maladewa bergantung pada tetangga besarnya, India, untuk sebagian besar makanan, pembangunan infrastruktur, dan perawatan kesehatan.

Delhi dan Male belum secara resmi mengonfirmasi bahwa paket keuangan untuk Maladewa masuk dalam agenda kunjungan tersebut. Namun, para ahli yakin bahwa hal itu akan menjadi bagian dari pembahasan.

"Prioritas utama kunjungan Muizzu adalah untuk mengamankan jalur bantuan keuangan dalam bentuk hibah dan restrukturisasi pembayaran utang," kata seorang editor senior Maladewa, yang tidak ingin disebutkan namanya, kepada BBC.

Muizzu juga menginginkan "kesepakatan pertukaran mata uang senilai $400 juta yang diminta oleh bank sentral Maladewa untuk menopang cadangan devisa asing yang terkuras", imbuhnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Asean Harapkan Kemajuan dal...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.