Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harapkan Dukungan yang Sama untuk Atlet Difabel

📅 Sabtu, 05 Okt 2024, 11:05 WIB | Oleh:

Saat ini mikirnya masih bermain. Jadi, hanya investasi dulu, terutama untuk sawit karena saya dari Pekanbaru, Riau. Jadi, di sana banyak sawit.

Berbicara tentang bulu tangkis, bagaimana awal karier?

Saya berawal dari latihan di desa di Kabupaten Kampar, Riau, sejak umur tujuh tahun, sejak SD-SMP saya bergabung di klub Angkasa badminton. Jadi yang paling berjuang itu orang tua saya. Kami tetap bisa latihan di lapangan terbuka yang hanya sendiri. Gimana Papa saya itu nyari kok-kok bekas di GOR-GOR untuk bisa latihan.

Bagaimana awal karier menjadi seorang atlet para-badminton?

Dahulu, saya mengawalinya menjadi atlet normal pada umumnya. Pada suatu ketika ada musibah menimpa saya sehingga lutut saya tidak bisa normal seperti sediakala dan di saat waktu yang tepat saya ditawari oleh National Paralympic Committee (NPC) Provinsi Riau untuk mengikuti turnamen antarprovinsi dan akhirnya debut saya Peparnas 2012 untuk pertama kalinya. Awalnya juga orang tua tidak mengizinkan, tapi namanya juga tekad untuk ingin berprestasi pokoknya nekat aja sampai sekarang ini.

Boleh tahu cerita detailnya?

Tahun 2010, saya mengalami kecelakaan ditabrak mobil tentara, terseret di aspal patah kaki kiri dan tangan kanan. Awalnya kaki saya berbeda 1,5 cm, karena saya berjalan terus, lama-lama semakin panjang perbedaannya, terakhir diukur sudah 11 cm. Selama tiga bulan saya hanya bisa tidur dan duduk karena tangan juga patah dan gips. Selama tiga bulan itu, saya memang hanya di kasur tidak ke mana-mana. Pas ketika kecelakaan itu saya merasakan ini rasanya istirahat, karena saya tidak pernah istirahat di rumah waktu itu.

Pertama kali dirasakan ketika kembali, tapi menjadi atlet difabel?

Terharu dan sedih. Penolakan dari keluarga juga ada, "Ratri gak main lagi kata Bapak, itu raketnya sudah saya gantung, biar saja dia istirahat, fokus kuliah." Waktu itu saya bohong lagi, saya bilang ke Bapak saya akan kuliah, tapi datang ke gedung itu dan ikut bertanding.

sangat ingin kembali bermain?

Karena saya tahu keluarga saya itu penuh kasih mereka takut saya minder. Saya waktu itu tidak berniat main dan bertanding meski tawaran sudah banyak. "Ayolah segera main" minta pengurus-pengurus yang di Riau. Saat saya main, adik-adik saya semuanya datang, ramai karena saya 10 bersaudara. Pas main, saya lihat adik-adik di tribun. Saya pikir mereka mendukung, tapi ternyata mereka bilang malu melihat saya main lagi. Waktu itu mereka belum paham, bukan hanya mereka, kebanyakan di Indonesia untuk atlet difabel dipandang sebelah mata, padahal prestasinya sama. Terus saya bilang ke mereka, bedanya saya apa, kan sama-sama manusia. Pertama kali turun, saya sudah dapat satu emas dan satu perak. Saya bawa medali itu ke rumah, di situ saya meyakinkan bapak. Ini dunia saya. Saya nyaman di sini. Bapak saya melihat medali itu nggak ngomong, tapi medali pertama saya di difabel itu langsung dipajang dekat fotonya dia. Tapi, dari Ibu saya dengar Bapak ngomong, dalam kondisi begini saja dia masih bisa ngasih kita medali.

Apakah ada perbedaan bermain sebagai atlet difabel?

Tidak ada perbedaan, semuanya sama, dari target, latihan dari pertandingan dan yang saya salut dari mereka itu, saya juga ikut porprov, porseni saat masih normal, di pelatnas difabel ini saya merasakan tingkat difabel berbeda-beda, ada yang dari bawaan lahir dan kecelakaan seperti saya. Dari semua keterbatasan itu latihan mereka selalu semangat. Saya juga bersemangat melebih saat masih normal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...

Korut Uji Senjata Hipersonik Canggih

1 jam lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Korut Uji Senjata Hipersoni...
Advertisement
Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.