Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harapkan Dukungan yang Sama untuk Atlet Difabel

3 Sabtu, 05 Okt 2024, 11:05 WIB | Oleh:
Harapkan Dukungan yang Sama untuk Atlet Difabel Harapkan Dukungan yang Sama untuk Atlet Difabel Doc: ANTARA/Agung Wahyudi
Ket. Peraih Medali Emas Paralimpiade Paris 2024, Leani Ratri Oktila

Setelah sukses meraih dua emas, satu perak di edisi Tokyo 2020, Leani Ratri Oktila kembali berhasil merebut satu emas dan satu perak di Paralimpiade Paris 2024.

Leani bersama Hikmat Ramdani menyabet emas pada nomor ganda campuran klasifikasi SL3-SU5 setelah menaklukkan rekannya sesama atlet Indonesia, Fredy Setiawan- Khalimatus Sadiyah dengan skor 21-16, 21-15. Sedangkan di nomor tunggal, dia merebut perak nomor SL4 seusai ditundukkan wakil Tiongkok Cheng He Fang (14-21, 18-21).

Prestasi itu jelas sangat membanggakan dan diharapkan akan menginspirasi atlet-atlet difabel Indonesia yang akan berjuang pada Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII Tahun 2024 di Kota Solo pada 6-13 Oktober 2024.

Gelaran Peparnas di Solo nanti akan mempertandingkan 20 cabang olahraga dan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia menyebut Peparnas XVII 2024 akan menjadi miniatur Asean Para Games 2025.

Bagaimana harapan dan perjuangan panjang Leani hingga menorehkan prestasi yang membanggakan itu, wartawan Koran Jakarta, Benny Mudesta, mewawancarainya dalam sejumlah kesempatan. Berikut petikannya.

Selamat atas prestasi di Paralimpiade Paris 2024. Bisa diceritakan persiapan kali ini?

Saya mempersiapkan diri setelah melahirkan. Kondisi itu memang membuat saya lebih ekstra di Paralimpiade 2024. Karena saya yang dulunya sedikit wide training sekarang harus lebih mengembalikan performa lagi. Tapi, ternyata tak ter-cover untuk single. Saya rasa, saya kurang latihan keras lagi.

Tapi saya bersyukur, kami sudah pulang ke Indonesia dengan raihan medali yang maksimal, satu emas dan satu perak buat saya.

Kali ini berpasangan dengan rekan yang berbeda di ganda campuran, bagaimana adaptasinya?

Di Prancis dengan Hikmat. Ya, sekalipun dengan partner yang berbeda. Ini tentunya saya sangat bersyukur. Waktu kali pertama dipasangkan, saya merasa seperti keluarga dengan Hikmat. Jadi, mungkin karena saya lebih tua, lebih mengajarkan. Tapi, bukan yang senioritas. Tidak ada senior-junior.

Usai medali meraih medali emas di Paris, apakah Los Angeles 2028 menjadi target selanjutnya?

Kalau diberikan kesehatan dan masih sanggup bersaing dengan teman-teman di tahun 2028 (Los Angeles) nanti, saya berharap bisa bermain. Saya berharap bisa bermain di ganda putri. Namun, saya juga realistis. Di Los Angeles nanti usia saya sudah 37 tahun. Persaingan juga makin ketat karena perkembangan lawan di luar negeri sudah sangat baik, tetapi bukan berarti di sini tidak baik.

Saya kira di Indonesia banyak yang bisa meniru prestasi saya. Banyak bibit pemain yang bisa bermunculan ke depannya. Kami punya bibit yang luar biasa. Semoga di tahun berikutnya sudah ada generasi lainnya.

Tentang bonus yang diberikan pemerintah, akan digunakan untuk apa?

Saat ini mikirnya masih bermain. Jadi, hanya investasi dulu, terutama untuk sawit karena saya dari Pekanbaru, Riau. Jadi, di sana banyak sawit.

Berbicara tentang bulu tangkis, bagaimana awal karier?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Prioritaskan Persija, Pramo...
Megapolitan
PT MRT Jakarta Mengonfirmas...
Megapolitan
Udara Jakarta Memburuk! Sel...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.