Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IMF: Perekonomian Dunia Tidak Seburuk yang Dikhawatirkan

24 Kamis, 09 Okt 2025, 11:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
IMF: Perekonomian Dunia Tidak Seburuk yang Dikhawatirkan IMF: Perekonomian Dunia Tidak Seburuk yang Dikhawatirkan Doc: Euractif
Ket. Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva berpartisipasi dalam konferensi pers di kantor pusat IMF dalam Pertemuan Musim Semi 2023 IMF dan (WBG di Washington, AS, 13 April 2023.

WASHINGTON - Ekonomi global berjalan lebih baik dari yang diharapkan, bahkan ketika menghadapi ketidakpastian yang berkepanjangan dan prospek pertumbuhan jangka menengah yang mengecewakan, kata kepala IMF, Rabu (8/10). 

Perekonomian dunia berjalan "lebih baik daripada yang dikhawatirkan, tetapi lebih buruk dari yang kita butuhkan," ujar Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva kepada wartawan di Washington.

Ia menambahkan, IMF kini memperkirakan pertumbuhan global akan melambat "hanya sedikit tahun ini dan tahun depan," didukung oleh kondisi yang lebih baik dari perkiraan di Amerika Serikat, dan beberapa negara maju, negara pasar berkembang, dan negara berkembang lainnya. 

Pernyataan Georgieva muncul menjelang pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral di Bank Dunia dan IMF di Washington minggu depan. 

Perdagangan kemungkinan mendominasi agenda pada pertemuan tahunan, menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump awal tahun ini untuk mengenakan tarif besar-besaran terhadap banyak mitra dagang.

Banyak Guncangan 

"Semua tanda menunjukkan bahwa ekonomi dunia secara umum telah mampu bertahan dari tekanan berat akibat berbagai guncangan," ujar Georgieva, seraya menunjuk pada "fundamental kebijakan yang membaik," kemampuan adaptasi sektor swasta, tarif yang lebih rendah dari perkiraan, dan kondisi keuangan yang mendukung. 

"Dunia telah terhindar dari terjerumus ke dalam perang dagang -- sejauh ini," tambahnya. 

Ia mencatat tarif rata-rata AS telah turun dari 23 persen pada bulan April menjadi 17,5 persen saat ini, sementara tarif efektif AS sekitar 10 persen tetap "jauh di atas" negara-negara lain di dunia.

Namun, ia memperingatkan, dampak penuh dari tarif tersebut "masih akan terlihat," dan bahwa ekonomi dunia belum "sepenuhnya diuji." 

Dengan latar belakang ini, IMF masih memperkirakan pertumbuhan global akan tetap sekitar tiga persen dalam jangka menengah, sejalan dengan perkiraan sebelumnya, di bawah 3,7 persen, rata-rata, yang terlihat sebelum pandemi Covid-19.

"Pola pertumbuhan global telah berubah selama bertahun-tahun, terutama dengan perlambatan pertumbuhan Tiongkok yang terus berlanjut sementara India berkembang menjadi mesin pertumbuhan utama," kata Georgieva. 

Untuk meningkatkan prospek pertumbuhan yang lesu di tempat lain, ia meminta negara-negara untuk bertindak cepat guna meningkatkan produksi secara "berkelanjutan", membangun kembali penyangga fiskal, dan mengatasi ketidakseimbangan perdagangan yang "berlebihan". 

Resep IMF untuk para pembuat kebijakan berbeda berdasarkan kawasan. Asia didesak untuk memperdalam perdagangan internalnya, dan memperkuat sektor jasa dan akses ke keuangan. 

Jika dilakukan dengan benar, hal ini dapat meningkatkan output ekonomi hingga 1,8 persen dalam jangka panjang, kata Georgieva. 

Negara-negara Afrika harus mempromosikan "reformasi yang pro-bisnis" dan melanjutkan upaya membangun Kawasan Perdagangan Bebas Kontinental yang, menurutnya, dapat meningkatkan PDB riil per kapita mereka hingga "lebih dari 10 persen."

Like, Share, Comment:

Komentar (3)

Gersi Anak
Gersi Anak
05 Apr 2026, 21:04 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Gersi Anak
Gersi Anak
05 Apr 2026, 21:04 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Gersi Anak
Gersi Anak
05 Apr 2026, 21:04 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Homepage
Luar Negeri
Tiongkok Tetapkan Status Si...

NASA: El Nino 2026 Mirip Peristiwa 1997

30 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
NASA: El Nino 2026 Mirip Pe...
Megapolitan
Jalan Muchtar Tabrani Bekas...
Megapolitan
Pemkot Bekasi Atasi Genanga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.