TNI AL dan AL Malaysia Rampung Patroli Bersama di Perbatasan
📅 Rabu, 02 Okt 2024, 01:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Dinas Penerangan Komando Armada I TNI AL
Jakarta- TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut Malaysia (TLDM) merampungkan kegiatan Patroli Terkoordinasi (Patkor) Malaysia-Indonesia (Malindo) di perbatasan dua negara di Selat Malaka, minggu ini.
Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Komando Armada I TNI AL Kolonel Laut (P) Yoni Nova Kusumawan saat dihubungi di Jakarta, Selasa, menjelaskan Patkor Malindo Ke-165 resmi ditutup di Markas Komando Pangkalan Utama TNI AL (Mako Lantamal) I Belawan, Sumatera Utara, Senin (30/9).
"Patkor Malindo merupakan bentuk kerja sama maritim antara Indonesia dan Malaysia yang bertujuan untuk menjaga keamanan Selat Malaka dari aktivitas ilegal, serta mempererat hubungan dan profesionalisme antara angkatan laut kedua negara," kata Kadispen Koarmada I.
Patroli Terkoordinasi Malaysia-Indonesia Ke-165 sebelumnya digelar pada 18-30 September 2024. Dalam kegiatan itu, TNI Angkatan Laut mengerahkan dua kapal patrolinya KRI Torani-860 dan KRI Lepu-861, sementara Angkatan Laut Malaysia mengerahkan juga dua kapal perangnya KD Kinabalu-14 dan KD Laksamana Tun Abdul Jamil-135.
Patroli terkoordinasi antardua negara itu merupakan kegiatan rutin yang digelar sepanjang tahun oleh TNI AL dan TLDM. Per tahunnya, patroli terkoordinasi itu digelar sebanyak empat kali.
Di lokasi acara penutupan Patkor Malindo 165/24, Komandan Gugus Keamanan Laut (Danguskamla) Koarmada I Laksamana Pertama TNI Anung Sutanto dalam amanatnya yang dibacakan oleh Komandan Lanal (Danlanal) Dumai Kolonel Laut (P) Boy Yopi Hamel selaku komandan satuan tugas (CTG) menjelaskan patroli terkoordinasi yang digelar rutin oleh dua negara itu punya arti penting dalam memperkuat kerja sama dan interoperabilitas antara TNI AL dan TLDM. Kegiatan itu juga menjadi ajang untuk memelihara persahabatan antarangkatan laut dua negara (navy-to-navy brotherhood).
Danguskamla Koarmada I dalam amanat yang sama melanjutkan Selat Malaka sebagai salah satu perairan penting dan strategis menghadapi permasalahan yang kompleks dan ancaman yang dinamis.
Oleh karena itu, Indonesia dan Malaysia sebagai negara-negara yang mengelola lalu lintas di perairan tersebut perlu meningkatkan kerja sama dan memperkuat koordinasi demi menghadapi persoalan-persoalan yang mungkin dihadapi ke depan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!